Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Kubu Jokowi-Ma'ruf Tanggapi Nama Koalisi Prabowo-Sandi

Rabu 19 Sep 2018 13:31 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Foto: Republika
Koalisi Prabowo-Sandi menamakan diri Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kubu koalisi bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin angkat bicara terkait penamaan koalisi tim kampanye nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka menyebut nama yang diambil kubu oposisi itu tidak menarik dan terlalu biasa.

"Tidak menggambarkan dan menunjukan penanda apa yang dilakukan capres-cawapres dan parpol pendukungnya," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan di Jakarta, Rabu (19/9).

Seperti diketahui, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno resmi mengusung nama koalisi dengan sebutan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Nama tersebut dipilih berdasarkan hasil pembahasan tim di tingkat sekretaris jendral. Nama diambil setelah melihat persoalan saat ini berpaku pada masalah kesejahteraan.

Tanggapan berbeda diungkapkan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan. Wakil Sekretaris Jendral PKPI ini, menyambut positif penamaan tersebut. Dia mengatakan, pada akhirnya pendukung pasangan calon Prabowo-Sandi dapat menyelesaikan format Koalisinya.

Menurut Verry, penamaan tersebut seharusnya dapat setidaknya sedikit menepis isu-isu negatif yang berkembang tentang Alot, ulet, sulit dan panjangnya proses untuk sampai di titik ini. Dia mengajak dengan tulus kubu oposisi untuk berkompetisi dalam ajang pilpres yang sehat, berkeadaban dan mengedepankan nilai-nilai luhur kebangsaan.

"PKP Indonesia sebagai bagian aktif dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK), memahami sepenuhnya bahwa KIK hanya fokus kepada bagaimana Jokowi-Kyai Ma’ruf menang secara  terhormat dan menjadi catatan sejarah membanggakan dalam perjalanan bangsa Indonesia," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA