Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Kiai Ma'ruf: Pak Jokowi Ini Sangat Demokratis

Rabu 19 Sep 2018 13:27 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita

KH Maruf Amin

KH Maruf Amin

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi sudah mengakomodir ajaran Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Ketua Umum Majelis Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin (KMA) mengungkapkan Presiden Joko Widodo merupakan pemimpin yang demokratis. Ia mengatakan Jokowi ingin menghilangkan disparitas antardaerah di Indonesia. 

"Pak Jokowi ini tidak neko-neko, ia ingin mengurangi kesenjangan pembangunan. Ini satu visi dengan saya,” kata dia saat berdialog dengan para pimpinan pondok pesantren se-Provinsi Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (19/9).

Karena itu, Kiai Ma'ruf mengatakan, ia berkenan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. “Mudah-mudahan terpilih sebagai Wapres 2019-2024," ujarnya.

Menurut Kiai Ma'ruf, dengan kepemimpinan Jokowi, pemerintah saat ini mengeluarkan kebijakan satu harga, pemerataan pembangunan, dan memperkuat Infrastruktur daerah, mulai dari pelabuhan hingga ke pembangunan jalan. "Ke depan,  kita tinggal memperkuat potensi ekonomi daerah," ucapnya.

Dia pun menjelaskan kiprahnya di MUI yang selama ini mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan umat dan masyarakat ekonomi marginal, menghilangkan kemiskinan, serta memperkecil disparitas ekonomi dan pembangunan. "Di MUI, saya mengusulkan konsep arus baru ekonomi Indonesia yang direspons oleh Pak Jokowi dengan program redistribusi aset dan memfasilitasi advokasi  untuk kemitraan antara koperasi, pesantren dengan para pemilik modal," katanya. 

Selain itu, menurut Kiai Ma'ruf, Indonesia sangat terbuka sehingga salah jika ada anggapan bahwa negara ini tidak pro terhadap Islam. Ia menambahkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi sudah mengakomodir ajaran Islam. 

“Buktinya undang-undang perbankan syariah sampai asuransi syariah bisa dikembangkan di Indonesia. Aceh punya kesempatan besar untuk menerapkan syariah secara lebih luas,” kata dia.

Koordinator Santri Millenial Center Ahmad Yani mengatakan kehadiran Kiai Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi memberi harapan bagi para santri agar ke depan pemerintah juga memberi perhatian lebih terhadap pesantren. Secara tidak langsung, ia mengatakan, hal tersebut menunjukan perhatian kepada masyarakat kelas bawah.

"Santri itu representasi masyarakat kelas bawah. Karena pendidikan pesantren, dibandingkan pendidikan formal lainnya, cenderung lebih bisa dijangkau masyarakat ekonomi kecil. Tapi hasilnya, banyak lulusan pesantren bisa berkontribusi lebih untuk bangsa," kata dia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA