Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

2019PilpresCeria, PKS: Pilpres Memang Harus Disambut Gembira

Selasa 18 Sep 2018 16:09 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ratna Puspita

Suhud Aliyudin

Suhud Aliyudin

Foto: ANTARA FOTO
Semua pihak perlu menghormati prinsip-prinsip demokrasi agar demokrasi berjalan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung adanya gerakan #2019PilpresCeria yang digagas pakar tata hukum negara Profesor Mahfud MD bersama sejumlah tokoh. Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan diselenggarakan tahun depan merupakan pesta demokrasi memang seharusnya disambut dengan kegembiraan. 

Menurut Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin berharap gerakan tersebut mengajak masyarakat agar menyikapi kedatangan pemilu, baik pemilihan legislatif maupun Pilpres, dengan riang gembira. “Selain harus berlangsung secara luber (langsung, umum, bersih, dan rahasia) dan jurdil (jujur adil) juga harus dalam keadaan riang gembira. Namanya pesta tidak boleh ada yang kecewa atau sedih,” kata Suhud kepada Republika pada Selasa (18/9). 

Pada Senin (17/9), sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Ustaz Yusuf Mansur, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf serta ekonom senior INDEF Faisal Basri menggagas gerakan 2019 Pilpres Ceria. Gerakan itu diluncurkan dalam sebuah seminar di Garden Palace Hotel Surabaya. 

Gerakan tersebut diharapkan dapat menurunkan panasnya tensi politik serta mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pemilu dengan penuh kegembiraan. Gerakan tersebut juga diharapkan dapat membuat masyarakat berpikir jernih untuk menentukan pemimpin bangsa kedepannya. 

Karena itu, menurut Suhud, PKS dan kubu Prabowo-Sandi pun mendukung gerakan #2019PilpresCeria. Suhud menambahkan agar demokrasi berjalan baik, semua pihak perlu menghormati prinsip-prinsip demokrasi, yakni kebebasan dan penghormatan terhadap hukum. 

“Di sinilah peran aparat penegak hukum yang bersikap netral dan mengayomi semua pihak," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA