Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Dituding Fitnah SBY Soal Century, Ini Kata Istana

Selasa 18 Sep 2018 15:16 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Infromasi Johan Budi.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Infromasi Johan Budi.

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Johan Budi membantah tudingan bahwa Istana berhubungan dengan artikel di media asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik, yang menyebut Istana dibalik fitnah yang ditujukan kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Fitnah yang dimaksud yakni terkait tudingan penerimaan aliran dana gelap kepada SBY dari Bank Century.

Johan pun membantah tudingan bahwa Istana berhubungan dengan artikel yang dimuat oleh media asal Hong Kong, Asia Sentinel. "Saya kira enggak ada hubungan sama sekali. Di mana letak kesimpulan mem-backing itu di mana? Kan harus ada data atau korelasi yang valid kemudian bisa disimpulkan ada hubungan dengan Istana," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/9).

Johan meminta agar semua isu tak selalu dikaitkan dengan Istana. Sebab, menurutnya hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan SBY saat ini masih baik. Johan juga menegaskan, Istana tak memiliki kepentingan tersembunyi dengan SBY. "Jangan kemudian apa-apa selalu dikaitkan dengan Istana. Saya pikir enggak ada persoalan Istana dengan Pak SBY. Hubungannya baik-baik saja," ujarnya.

Terkait tersebarnya foto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan Coa-Founder Asia Sentinel Lin Neumann dengan tulisan 'Apakah Istana terlibat dalam fitnah pada SBY?', Johan mengaku tak mengetahui perihal pertemuan tersebut.  "Pas pertemuan apa saya enggak tahu itu. Mungkin pas ramai-ramai ada pertemuan," ucapnya.

Johan mengatakan, meskipun terdapat pertemuan dengan berbagai pemimpin redaksi, namun menurutnya Istana tak berhubungan dengan tudingan fitnah kepada siapapun.  "Yang ketemu banyak Pemred jangan kemudian di-simplified, disimpulkan ke situ. Jauh sekali. Itu namanya, istilahnya jumping conclusion," ujarnya.

Seperti diketahui, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menuding Istana terlibat dalam fitnah yang ditujukan pada SBY. Hal ini disampaikannya melalui cuitan dan unggahan foto di akun twitternya. "Lin Neumann--berkacamata, ketiga di belakang-- adalah Co-Founder Asia Sentinel, Blog berbasis di Hong Kong yang menyebar kabar bohong tentang SBY dan Partai Demokrat. Di foto ini Tuan Neumann berfoto dengan @GeneralMoeldoko. Apakah Istana terlibat dalam fitnah SBY?" cuit Rachland.

Partai Demokrat pun melaporkan pencemaran nama baik yang dilakukan media asing, Asia Sentinel, ke Dewan Pers. Pencemaran nama baik itu terkait pemberitaan yang menyebut presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat pencucian dana melalui Bank Century.

Artikel Asia Sentinel yang dilaporkan itu berjudul, "Indonesia's SBY Goverment: Vast Criminal Conspiracy". Pemberitaan itu menyebut SBY telah menerima aliran dana gelap sebesar Rp 177 triliun dari Bank Century.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA