Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Mahfud: Masih Ada Waktu Tentukan Pilihan Pilpres 2019

Selasa 18 Sep 2018 05:13 WIB

Red: Ratna Puspita

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD usai beridkusi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/9).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Mahfud MD usai beridkusi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/9).

Foto: Republika/Iman Firmansyahr
Tersisa tujuh bulan untuk mempertimbangkan pasangan calon presiden & wakil presiden.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku masih ada waktu untuk menentukan pilihan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia mengatakan tersisa tujuh bulan untuk mempertimbangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden. 

“Membuat neraca dan berhitung, siapa calon pemimpin yang layak dan bermanfaat untuk bangsa ini," ujarnya di sela seminar #2019PilpresCeria di Surabaya, Senin (18/9).

Mantan menteri pertahanan itu juga menegaskan sampai saat ini belum memilih siapa pasangan calon presiden-wakil presiden yang didukungnya meski nantinya memiliki pilihan. Ia juga masih mempertimbangkan apakah akan mengumumkan pilihannya ke publik.

"Kalau sekarang saya belum umumkan ke publik, tetapi ke depan jika diperlukan maka bisa saya sampaikan berdasarkan hasil neraca dan perhitungan yang saya lakukan," kata politikus asal Madura tersebut.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Pilih di Tengah dan tak Khawatir Ditinggalkan Umat

Mahfud juga berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak golput atau tak memilih pada Pilpres dan Pemilu yang digelar serentak 17 April 2019. Ia mengatakan golput sangat menguntungkan penjahat dan sebagai warga negara jangan sampai melakukannya. 

“Pilihlah pemimpin dengan semangat keceriaan, bukan permusuhan," kata dia.

Mahfud pun mengimbau masyarakat juga mempertimbangkan pilihannya pada Pilpres 2019. Selama berhitung, ia meminta agar masyarakat melakukannya dengan penuh keceriaan serta berpikir cerdas sehingga tak salah nantinya dalam memilih pemimpin bangsa untuk periode 2019-2024.

Tokoh bangsa yang namanya sempat masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo tersebut mengimbau agar tidak melakukan caci maki sesama masyarakat Indonesia. Menurut dia, tidak ada gunanya upaya-upaya persekusi dan permusuhan yang selama ini terjadi dari kedua belah.

Sebab, ia menambahkan, Indonesia tidak boleh pecah hanya karena Pemilu serta tidak suka dengan calon tertentu. "Sekali lagi, mari kita lalui dengan penuh keceriaan dan kecerdasan. Jangan sampai kecewa, kemudian bermusuhan antarsesama, sebab itu tidak bagus dan berlebihan," ujarnya, berharap.

Mahfud bersama Ustaz Yusuf Mansur, pakar ekonomo Faisal Basri, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggagas gerakan #2019PilpresCeria. Gerakan tersebut muncul karena kekhawatiran suasana menjelang Pilpres 2019 yang kian panas. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA