Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Netral di Pilpres 2019

Jumat 14 September 2018 17:12 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) saat berkunjung ke PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (14/9).

Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) saat berkunjung ke PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (14/9).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Sandiaga hari ini berkunjung ke PP Muhamadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pihaknya netral atau tidak pada posisi dukung mendukung pada Pilpres 2019. Pemuda Muhammadiyah hanya ingin memastikan bahwa seluruh agenda kebangsaan itu berjalan dengan baik.

"Pemuda Muhammadiyah secara institusional itu tidak porsi dukung mendukung. Kami ada pada porsi memastikan seluruh agenda kebangsaan itu berjalan dengan baik. Tentu kami akan mengkritik dan mengawasi mas Sandi, juga akan mengawasi Pak Jokowi, saya akan memberikan saran kepada Mas Sandi dan ke Pak Jokowi juga begitu," tegas Dahnil, Jumat (14/9).

Dahnil melanjutkan, pihaknya bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan terus menggali komitmen tentu track record bakal calon wakil presiden (cawapres), Sandiaga Uno. Sandiaga pada hari ini bersilaturahim ke Kantor PP Muhammadiyah.

Dahnil menilai, ada track record Sandi yang dia kagumi, yaitu Sandi terbiasa memperbaiki sesuatu yang rusak. Karena memang, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu salah satu bisnisnya adalah memperbaiki yang rusak, perusahan yang rusak diambil kemudian diperbaiki.

"Dalam konteks ini tentu kader Muhammdiayah itu bebas, saya pun secara pribadi saya bebas, tapi tentu bukan posisi sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah," terang Dahnil.

Sandi menilai Pemuda Muhammadiyah sudah mewarnai gerakan anak-anak muda. Dia ingin semuanya berlomba-lomba melakukan perbaikan di Indonesia dengan tiga pilar.

Ketiga pilar itu adalah mencerahkan, diharapkan kegiatan kampanyenya ke depan mencerahkan. Kemudian menggerakkan dan menggembirakan.

"Buat saya itu penting sekali, itu juga petuah yang disampaikan oleh PP Muhammadiyah dan tadi juga digaungkan oleh Bung Dahnil," tutur Sandi

Menurut Sandi, pemerintahan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas harus berani, bukan hanya mengerti terhadap apa yang terjadi di dunia ekonomi. Tapi berani untuk mengimplentasi menahkodai mengambil kontrol kebijakan ekonomi sehingga tidak tersandera lagi tadi yang disebut bandit-bandit politik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES