Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Ini Komentar Yenny Wahid Setelah Terima Kunjungan Prabowo

Kamis 13 September 2018 17:54 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Andri Saubani

Bakal calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto (kanan), disambut Yenny Wahid (kiri) saat tiba di kediaman Alm Abdurrahmn Wahid, di Jakarta, Kamis (13/9).

Bakal calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto (kanan), disambut Yenny Wahid (kiri) saat tiba di kediaman Alm Abdurrahmn Wahid, di Jakarta, Kamis (13/9).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Keluarga almarhum Gus Dur hari ini menerima kunjungan Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putri kedua almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, mengatakan, barisan kader Gus Dur akan menggelar Silaturahim Nasional setelah mengetahui visi dan misi pasangan capres-cawapres. Silaturahim itu untuk menentukan sikap kepada siapa dukungan akan diberikan.

“Di NU (Nahdlatul Ulama) itu sudah pasti ada beberapa mekanisme sebelum kita membuat keputusan. Kita dengarkan dulu seperti apa visi-misi dari para calon,” kata Yenny seusai menerima kunjungan bakal calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Masa kampanye akan dimulai pada 23 September 2018. Saat itu, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan menyampaikan visi dan misi lima tahun ke depan kepada publik. Yenny tak menampik sebagian masyarakat NU ada yang mendukung Prabowo-Sandi dan sebagian lagi mendukung pejawat.

Yenny mengatakan bahwa dia tak sendirian karena lapisan kader NU, khususnya Gusdurian, sangat banyak. Oleh karena itu, usai mendengarkan visi dan misi pasangan, pihaknya segera menggelar silaturahim nasional. Forum tersebut ditujukan untuk mendengarkan aspirasi dan pendapat dari para kader NU, termasuk Gusdurian.

“Lalu, keputusan akan kita keluarkan setelah pertemuan itu. Pertemuannya setelah tanggal 23 September,” ujarnya menjelaskan. 

Visi dan misi merupakan janji dari calon pemimpin yang harus ditunaikan ketika terpilih. Hal itu menjadi pokok penting yang perlu didengar NU dan Gusdurian. Khusus Prabowo, kata Yenny, telah menyatakan dan meyakinkan keluarga Gus Dur untuk  menjaga demokrasi berjalan dengan secara sehat.

Selain itu, kata Yenny, Prabowo telah menyatakan bahwa Islam patut menjadi inspirasi, tetapi tidak mesti dijalankan menjadi sebuah hukum di negara Indonesia. Meski demikian, bukan berarti komitmen Prabowo tersebut menjadi dasar bahwa Gusdurian akan mendukung sepenuhnya.

“Kita telaah lagi, dari situ mungkin insya Allah akan ditentukan,” kata Yenny.

Istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid, menyampaikan ucapa terima kasih atas kunjungan Prabowo ke kediamannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa yang muda masih menghormati yang tua. Prabowo sebagai sosok yang akan maju menjadi pemimpin rakyat, masih tetap ingin meminta pandangan serta masukan dari orang tua.

Shinta berharap, pesta demokrasi tahun depan seharusnya menjadi ajang untuk saling merekatkan tali persaudaraan, bukan tempat untuk saling menghujat, menjelek-jelekkan, atau caci maki. “Ini yang saya harapkan dari Prabowo. Apa pesan politiknya? Ya, itu,” tuturnya.

Prabowo mengisyaratkan bahwa dia tak memaksa Yenny Wahid untuk masuk ke dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi. “Dukungan (dari Yenny) biar berjalan alamiah. Siapa pun ingin mengumpulkan orang yang baik. Jawaban soal itu (dukungan) gampang,” kata Prabowo, Kamis (13/9) sore.

Bagi Prabowo, hal yang paling penting adalah hubungan dia dengan Yenny Wahid, terlebih dengan keluarga Gus Dur. Tokoh muda sekaliber Yenny Wahid yang menjadi penerus Gus Dur merupakan orang yang memiliki kapasitas tinggi. Tentunya, banyak pihak yang ingin bekerja sama dengan Yenny Wahid.

Prabowo mengatakan, kakeknya memiliki kedekatan dengan orang tua Gus Dur. Dahulu, kedua keluarga juga tinggal di rumah yang bersebelahan di area Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia mengungkapkan, pertemuan kali ini sekaligus menjadi ajang nostalgia. “Kita diskusi soal demokrasi, Islam, dan saya merasa nyaman dengan NU. Islam yang moderat. Islam yang berdiri di atas tradisi Indonesia,” ujar Prabowo. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES