Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Prabowo-SBY Sepakat Fokus Masalah Ekonomi

Kamis 13 September 2018 04:30 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kedatangan Bakal Calon Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sebelum melakukan pertemuan di kediaman SBY, Jakarta, Rabu (12/9).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kedatangan Bakal Calon Presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno sebelum melakukan pertemuan di kediaman SBY, Jakarta, Rabu (12/9).

Foto: Republika/Prayogi
Kampanye Pemilihan Presiden 2019 dimulai 23 September mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sepakat memfokuskan materi kampanye pada persoalan ekonomi masyarakat. Kampanye Pemilihan Presiden 2019 dimulai 23 September mendatang.

"Kami sepakat untuk fokus kampanye mengutamakan kepentingan rakyat terutama dalam situasi ekonomi yang dirasakan sekarang beban rakyat terutama rakyat kecil, karena itu kita akan fokus ke arah itu," kata Prabowo usai menemui SBY di kediamannya di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9) malam.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno itu, Prabowo meminta SBY untuk mengirimkan kader Demokrat yang berpengalaman di bidang ekonomi dan pemerintahan untuk menjadi tim pakar pasangan Prabowo-Sandiaga. Prabowo dan Sandiaga ingin memiliki tim pakar yang kuat di bidang pengelolaan ekonomi.

"Lapangan kerja, harga pangan yang harus benar-benar diurus dengan baik, tentu harga itu adalah akibat dari produksi. Kalau produksi tidak ada dan pasokan tidak ada maka harga pasti tinggi, itu hukum ekonomi paling dasar," ujarnya.

Prabowo mengatakan, dirinya, Sandiaga, SBY, dan tim koalisi Prabowo-Sandiaga sudah keliling Indonesia. Hasilnya, mereka mendapatkan kondisi ekonomi masyarakat seperti harga telur tinggi, harga tempe naik, bahkan harga ikan asin masih tinggi.

Menurut dia, makanan seperti telur, tempe, dan ikan asin merupakan makanan masyarakat sehingga ketika ketiganya masih tinggi maka kondisi itu jangan dianggap remeh.

“Untuk itu saya ingin kumpulkan otak-otak terbaik di negara kita, the bright and the brightest brain di republik kita agar menjadi tim pakar untuk memberi nasihat, langkah yang harus diambil,” katanya.

Selain itu, Prabowo mengatakan pertemuannya dengan SBY juga membahas penyusunan tim sukses kampanye Pilpres 2019, tema-tema kampanye. Menurut dia, SBY juga menjelaskan langkah-langkah yang harus seimbang antara perjuangan di pilpres maupun pemilu legislatif karena Pemilu 2019 dilaksanakan serentak dan keberhasilan pemerintahan ditentukan dukungan legislatif yang kuat.

Hadir dalam pertemuan antara SBY dengan Prabowo antara lain bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES