Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Erick Hindari Kata 'Pertarungan' di Pilpres, Ini Alasannya

Rabu 12 September 2018 20:00 WIB

Rep: Deddy Darmawan Nasution, Antara/ Red: Andri Saubani

Pengumuman Tim Kampanye Nasional. Wapres sekaligus Ketua Tim Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir (kiri) saat pengumuman Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Maruf Amin di Jakarta, Jumat (7/9).

Pengumuman Tim Kampanye Nasional. Wapres sekaligus Ketua Tim Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir (kiri) saat pengumuman Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Maruf Amin di Jakarta, Jumat (7/9).

Foto: Republika/ Wihdan
Koalisi Indonesia Kerja menginginkan Pilpres 2019 menjadi ajang adu program.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menegaskan, akan menghindari kata-kata 'pertarungan' pada Pilpres 2019. Kata 'pertarungan' dinilai identik dengan kekerasan.

"Kata 'pertarungan' itu lebih identik dengan kekerasan yang menyebabkan petarungnya luka-luka. Pemilihan presiden bukanlah suatu pertarungan, tapi proses demokrasi untuk memilih pemimpin nasional," kata Erick di kantor TKN capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf di Jakarta, Rabu (12/9).

Menurut Erick, kata pertarungan akan mengakibatkan ada pihak yang terluka. Biasanya yang terluka itu rakyat.

"Itu yang kita tidak mau. Pemilu presiden itu bukan pertarungan," katanya.

Pemilik klub sepak bola profesional Inter Milan di Italia ini menyatakan akan fokus untuk menjadikan Pilpres 2019 sebagai forum pesta demokrasi yang bersahabat dan bermartabat. Erick mencontohkan, dia bersahabat dan membangun komunikasi yang hangat dengan pasangan capres-cawapres lainnya.

Sebelumnya, Erick berjabat tangan dan berpelukan hangat dengan Sandiaga Uno, bakal cawapres pendamping capres Prabowo Subianto, saat menghadiri akad nikah putra Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, di Kompleks Pejabat Tinggi Negara, di Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (8/9). "Saya beberapa kali bertemu dengan cawapres dari sana. Kita biasa saja," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Erick menegaskan, dia memiliki visi untuk terus membangun Indonesia, membangun untuk kesejahteraan rakyat. "Visi yang saya miliki sejalan dengan Nawa Cita II yang menjadi visi dan misi pasangan Jokowi-Ma'ruf saat ini," katanya.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin menginginkan kontestasi pilpres menjadi ajang adu program. Ia berharap masing-masing pasangan calon tidak menggunakan diksi-diksi yang menyesatkan masyarakat. 

“Kita ingin demokrasi kita dibangun dengan keramahtamahan politik. Di situlah kedewasaan Indonesia,” ujar Johnny di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Johnny mengatakan, pilpres merupakan bagian proses demokrasi yang harus dilewati. Sesuai arahan capres pejawat Joko Widodo, seluruh elemen tim agar menekankan program, integritas, dan kerja-kerja nyata kepada publik. Hal itu akan diterjemahkan dalam gaya manajemen di KIK dalam menyambut masa kampanye.

“Jadi, bagaimana agar ini dibawa dalam mengisi agenda-agenda politik pilpres. Tidak ada lagi ajang demokrasi diisi dengan diksi yang menyeramkan bagi kita,” kata Johnny.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES