Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

SBY akan Jadi Penasihat Khusus Prabowo

Rabu 12 Sep 2018 17:05 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Prabowo dan SBY hari ini kembali menggelar pertemuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi penasihat khusus bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto. SBY dan Prabowo, malam ini dijadwalkan mengadakan pertemuan.

"Rencananya SBY menjadi penasihat Prabowo, bukan tim sukses," kata Andre di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan, SBY menjadi Presiden Republik Indonesia selama 10 tahun, sehingga cocok menjadi penasihat Prabowo. Menurut dia, kepastian SBY menjadi penasihat Prabowo itu akan diumumkan pada Rabu malam setelah pertemuan kedua tokoh tersebut di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen juga memastikan bahwa SBY menjadi penasihat khusus Prabowo, bukan penasihat tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Selain itu menurut dia, Komandan Kogasma, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi Tim Pengarah koalisi Prabowo-Sandiaga dan juga menjadi Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menyebut pertemuan SBY dan Prabowo malam ini akan membahas terkait kepentingan pilpres dan pileg yang berjalan bersamaan. Andi menilai pelaksanaan antara pileg dan pilpres yang bersamaan perlu diatur agar seluruh partai di koalisi bisa merajut kesuksesan di dua ajang pemilihan tersebut.

"Jadi  hal-hal semacam itu harus kita atur. Misal PKS di NTT nggak mungkin PKS di NTT mengkampanyekan Prabowo. PAN di NTT mengkampanyekan Prabowo juga saya rasa berat ya kan," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA