Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

PKS: Ayo Bantu Selamatkan Rupiah

Kamis 06 September 2018 18:16 WIB

Rep: mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

Obat kuat untuk rupiah.

Obat kuat untuk rupiah.

Foto: republika
Pertumbuhan ekspor Indonesia dinilai sangat lamban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melemahnya mata uang rupiah membuat perekenomian Indonesia semakin jatuh terpuruk. Menurut Politikus PKS, Handi Risza kebijakan pemerintah menentukan nasib ekonomi Indonesia kedepannya.

"Dalam jangka pendek akan terbantu dengan kebijakan moneter dan intervensi pasar Bank Indonesia," kata Handi kepada Republika.co.id, Kamis (6/9).

Hanya saja menurut Handi, kebijakan ini hanya mampu menahan agar pelemahan rupiah tidak jatuh terlalu dalam. Yang harus dilakukan Bank Indonesia menurut dia, adalah mengatur keberadaan devisa hasil ekspor agar dapat ditempatkan di dalam negeri dan dikonversi dalam bentuk rupiah.

"Tentunya, kedepan juga tidak hanya mengandalkan kebijakan BI semata, mengingat cadangan devisa (cadev) yang terus menurun ini," kata dia,

Handi menyarankan supaya pemerintah dapat memikirkan rencana jangka panjang, yakni dengan mengembalikan neraca perdagangan agar kembali positif. Pasalnya neraca perdagangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus berfluktuasi semenjak tidak adanya kebijakan industri yang kuat.

"Boleh dikatakan kita mengalami deindustrialisasi. Karena itulah, tidak ada jalan lain bagi Pemerintah selain membuat strategi yang akan mengefektifkan menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menghilangkan defisit neraca perdagangan melalui peningkatan ekspor," ungkapnya.

Pasalnya, pertumbuhan ekspor Indonesia sangat lamban. Bahkan kejar Handi, 16 paket kebijakan yang sudah dikeluarkan Pemerintah dirasakan kurang efektif untuk mendorong peningkatan ekspor Indonesia.

"Pemerintahan sepertinya lebih condong pada kebijakan ekonomi yang berorientasi pada pembatasan impor, dikhawatirkan kebijakan yang berorientasi pada pembatasan impor justru akan menimbulkan inefisiensi pasar yang berdampak pada daya saing produk dalam negeri yang rendah," ujarnya.

Sekali lagi Handi menyarankan agar Pemerintah bisa lebih memilih kebijakan yang berorientasi kepada pengembangan ekspor. Karena diharapkan akan bisa mengurangi defisit perdagangan, bahkan juga akan memperkuat fundamental ekonomi nasional dimasa yang akan datang.

Ia juga berharap seluruh komponen bangsa dapat terus membantu penguatan rupiah sehingga bisa meminimalisir dampak sistemik yang akan ditimbulkannya. Juga kepada Pemerintah dan BI, ia berharap dapat bekerja sungguh-sungguh untuk mengatasi pelemahan rupiah ini, agar dapat segera keluar dari ancaman krisis.

"Saya juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk tidak menjadikan pelemahan rupiah ini sebagai komoditas politik belaka sehingga suasana politik kita semakin tidak kondusif, tapi marilah berpikir positif menyalurkan semua energi positif kita untuk bisa keluar dari situasi sulit ini," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES