Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

LSI: Kepuasan Pengguna Medsos pada Pemerintah Rendah

Rabu 05 Sep 2018 17:14 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita

Peneliti LSI Ardian Sopa saat menyampaikan survei Pertarungan Pilpres di Media Sosial, di Jakarta, Rabu (4/9).

Peneliti LSI Ardian Sopa saat menyampaikan survei Pertarungan Pilpres di Media Sosial, di Jakarta, Rabu (4/9).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Pengguna medsos secara umum lebih terinformasi dan lebih kritis terhadap kekuasaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pengguna media sosial (medsos). Tingkat kepuasan pada pemerintahan Jokowi di media sosial berada di angka 67,9 persen, lebih rendah daripada bukan pengguna media sosial sebesar 78,1 persen.

Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan hal itu menjadi salah satu faktor pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya unggul tipis dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kalangan pengguna sosial. Di kalangan pengguna media sosial, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 48,3 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 39,5 persen. 

Hal itu, kata dia, berbeda dengan elektabilitas pasangan di kalangan bukan pengguna media sosial. Jokowi-Ma’ruf unggul telak dengan keterpilihan mencapai 53,7 persen, dibandingkan Prabowo-Sandiaga hanya mengantongi elektabilitas 25,5 persen. 

"Pengguna medsos secara umum lebih terinformasi dan lebih kritis terhadap kekuasaan," kata dia di Jakarta, Rabu (5/9).

Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan pengguna media sosial. Ardian menjelaskan masyarakat Indonesia yang menggunakan media sosial berkisar 28,5 persen. 

Dari basis data tersebut, pengguna media sosial berpendidikan terakhir SMA menjadi yang tertinggi, yaitu 47,4 persen. Sementara pengguna media sosial berpendidikan terakhir perguruan tinggi menjadi terbanyak kedua dengan 24,2 persen, disusul SMP (19,9 persen), dan SD (8,5) persen.

Berdasarkan latar belakang pendidikan pengguna media sosial, ia mengatakan, Jokowi-Ma’ruf unggul di semua kalangan. “Kecuali, kalangan (lulusan) perguruan tinggi,” kata dia. 

Selain itu, Ardian menjelaskan, gerakan #2019GantiPresiden lebih disukai oleh pengguna media sosial. Pengguna media sosial yang suka tagar itu mencapai 63,2 persen berbanding 30 persen pengguna yang tidak menyukainya.

Kendati demikian, ia mengingatkan dinamka di media sosial dapat dengan cepat berubah dibanding di dunia nyata. “”Lebih cepat berubah dan liar karena pertarungan paling intens terjadi di segmen ini," kata dia.

Survei LSI dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 dengan teknik pengambilan sampel acak bertingkat. Survei diikuti oleh 1.200 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dan memiliki margin of error sekitar 2,9 persen. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA