Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Ganjar akan Rangkul Kubu Lawan untuk Dukung Jokowi

Rabu 05 Sep 2018 16:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (kanan) melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Ganjar juga mengaku siap cuti dari jabatannya untuk kampanye Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku akan merangkul kubu lawan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ia akan meminta mereka memberikan dukungan kepada Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

"Semua saya datangi, sowani bareng-bareng. Kemarin kan teman-teman PKB tidak mendukung kita ya, tetapi dengan konsentrasi politik nasional mendukung Pak Jokowi dugaan saya, jadi gampang. Ada PPP-PKB bisa bareng, Demokrat mendukung saya. Jadi tugas saya sekarang adalah mendorong kembali bersilaturahim mengajak mereka berbarengan," kata Ganjar di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu (5/9).

Presiden Joko Widodo hari ini melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 Ganjar Pranowo-Taj Yasin di Istana Negara Jakarta. Keduanya mendapat suara 10.362.694 atau 58,78 persen unggul dibanding pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah. Ganjar-Taj Yasin diusung parpol PDI Perjuangan, Demokrat, NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Golkar.

Ganjar juga mengaku siap cuti dari jabatannya sebagai gubernur Jawa Tengah untuk mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia, hal tersebut bagian dari tanggung jawab sebagai kader partai.

”Saya itu diminta atau tidak diminta, saya ini PDI Perjuangan, partainya sama dengan Pak Jokowi harus dukung. Tidak usah diminta, harus inisiatif, kalau harus cuti kampanye, Oke, aku cuti. Enggak apa-apa, asyik tokh?” kata Ganjar semringah.

Namun, ia meyakini, roda pemerintahan tidak akan terganggu karena ada Taj Yasin yang akan menjalankan pemerintahan. “Kami harus tahu diri sebagai politisi partai politik, kapan kami bekerja, kapan kami urusan pemerintahan rakyat, kapan kampanye. Ini etik,” kata Ganjar.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau semua pihak untuk tidak menggunakan provokasi dalam kampanye pilpres. “Siapapun kubunya, kalau tidak kita relasi masyarakatnya terbelah, hanya karena urusan itu,” kata dia. 

Apalagi, ia menambahkan, Jokowi dan Prabowo Subianto sudah saling merangkul usai pertandingan pencak silat pada Asian Games 2018. “Sudah asyiklah, itu contoh yang paling bagus. Kita dewasa, pro terhadap Pak Jokowi atau Pak Prabowo clear saja deh dan di bawahnya jangan memprovokasi,” kata Ganjar. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA