Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Survei: PDIP-Gerindra Nikmati Efek Ekor Jas Pencapresan

Selasa 04 Sep 2018 05:06 WIB

Red: Ratna Puspita

Capres pejawat Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri).

Capres pejawat Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri).

Foto: Puspa Perwitasari/Antara
Ada tren penurunan elektabilitas dari Partai Golkar, Demokrat, dan PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Y-Publika menunjukkan bahwa PDI Perjuangan dan Partai Gerindra menempati posisi pertama dan kedua dipilih masyarakat. Keduanya menikmati efek ekor jas atau coat tail effect pencalonan Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono mengatakan elektabilitas PDI Perjuangan meningkat signifikan setelah pencapresan Jokowi. “Sama halnya Partai Gerindra yang berhasil mengusung dua kadernya yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai bakal capres-cawapres," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/9).

Rudi menilai elektabilitas kedua partai itu naik karena figur bakal capres yang diusungnya dan kebetulan figur tersebut adalah kadernya. Dia mengatakan dalam survei terbaru Y-Publica, PDIP mendapatkan elektabilitas sebesar 27,6 persen, dan Partai Gerindra 12,4 persen.

Menurut dia, survei yang dilakukan Y-Publica bulan Mei 2018, elektabilitas PDIP hanya 25,3 persen lalu saat ini naik signifikan menjadi 27,6 persen. "Kenaikan cukup signifikan juga dialami Partai Gerindra dari 11,1 persen menjadi 12,4 persen," ujarnya.

photo
Bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Selain itu, dia menilai ada tren penurunan elektabilitas dari Partai Golkar, Demokrat, dan PKS. Hal tersebut lantaran kegagalan ketiga parpol tersebut mengajukan kadernya ikut dalam kontestasi Pilpres 2019.

Dia menilai ketiga parpol itu gagal menggunakan posisi strategisnya untuk meloloskan kader sebagai bakal capres maupun bakal cawapres. Misalnya, Golkar seharusnya bisa menjadi king maker dalam koalisi Jokowi. “Namun, diambil alih PKB,” kata dia.

Ia menambahkan Demokrat juga tidak mampu mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono. PKS yang sempat mengajukan sembilan nama, tetapi tidak ada yang jadi. 

Survei Y-Publica dilakukan dari 13-23 Agustus 2018 dengan 1200 responden yang dipilih secara multistage random sampling. Survei tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuisioner dengan margin of error sebesar 2,98 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

photo
Bakal capres-cawapres Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Berikut hasil survei Y-Publica terkait elektabilitas parpol:

1. PDI Perjuangan (27,6 persen)

2. Partai Gerindra (12,4 persen)

3. Partai Golkar (9,7 persen)

4. PKB (5,9 persen)

5. Partai Demokrat (5,3 persen)

6. Partai Nasdem (3,7 persen)

7. PPP (3,3 persen)

8. PKS (3 persen)

9. Perindo (2,9 persen)

10. PAN (1,9 persen)

11. Partai Hanura (1,9 persen)

12. PSI (1,5 persen)

13. PBB (1 persen)

14. PKPI (0,9 persen)

15. Partai Berkarya (0,6 persen)

16. Partai Garuda (0,5 persen).

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA