Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Ustaz Somad Ajak Masyarakat tidak Golput di Tahun Politik

Kamis 30 Agu 2018 06:06 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nur Aini

Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyahnya saat acara MPR-RI Bersholawat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/8).

Ustaz Abdul Somad memberikan tausiyahnya saat acara MPR-RI Bersholawat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/8).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Ustaz Somad meminta satu orang satu pilihan dalam Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi tausyiah di dalam acara syukuran dan doa bersama di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). Dalam ceramahnya, UAS mengajak para jemaah yang hadir untuk tidak golput dalam memilih pemimpin.

"Tidak boleh ada anak bangsa yang golput, setuju? Tidak boleh, dia harus memilih, gunakan suaramu, dalam ujung jarimu," kata UAS di acara ulang tahun MPR RI ke-73.

Ia mengatakan, orang bertuhan harus memilih orang bertuhan. Ia menganggap banyak di zaman sekarang orang yang tidak bisa membedakan mana tuhan mana hantu.

"Orang bertuhan harus memilih, one man one vote. Satu orang satu suara, one man one choice, satu orang satu pilihan," ujarnya.

Ia juga mengajak semua masyarakat untuk memilih masyarakat yang berintegritas jujur, tanpa pencitraan, dan bukan pemimpin yang NATO (No Action Talking Only). Menurutnya yang hanya boleh berbicara hanya guru, dosen, penceramah, dan anggota parlemen.

"Parlemen orang yang dipilih untuk bicara. Karena kita memilih mereka untuk bicara tentang kesusahan kita, tentang keresahan kita, kegelisahan kita, tentang kebangsaan," tuturnya disambut tepuk tangan peserta syukuran yang hadir.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk memilih orang yang bertuhan, yang memperjuangkan ketuhanan yang maha esa. Selain itu ia juga berpesan memilih pemimpin yang menebar kedamaian, dan orang yang menyepakati segala sesuatu hal dengan musyawarah, dan orang yang menebarkan keadilan di seluruh indonesia.

"Bukan orang yang memporak-porandakan, yang menyebabkan terorisme, yang menghancurkan persatuan dan kesatuan," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA