Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Kelompok Cipayung Minta Polisi Usut Pemukulan Kader PMII

Kamis 23 Agu 2018 16:55 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pimpinan organisasi mahasiswa kelompok Cipayung

Pimpinan organisasi mahasiswa kelompok Cipayung

Foto: istimewa
Kader PMII menjadi korban pemukulan saat acara deklarasi #2019GantiPresiden.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Empat organisasi mahasiswa yakni PMII, GMNI, PMKRI dan GMKI mengecam kasus pemukulan terhadap Muhadir, kader PMII Makassar, saat gerakan #2019GantiPresiden ini dilaksanakan di kota itu beberapa waktu lalu. Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung itu meminta kepolisian segera mengusut kasus tersebut.

"Kami akan terus mengawal kasus penganiayaan itu sampai aparat kepolisian benar-benar menjatuhkan sanksi pidana kepada para pelaku," ujar Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar Ashar Bahari, Kamis (23/8).

Ashari menjelaskan, kader PMII menjadi korban pemukulan yang dilakukan massa gerakan #2019GantiPresiden, saat melakukan deklarasi di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi penanggungjawab gerakan tersebut dan meminta aparat memberikan tindakan tegas.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas penanggungjawab kegiatan #2019GantiPresiden," tegasnya.

Sementara Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Didin Indra Saputra, menilai maraknya kampanye sebelum waktu yang di tentukan oleh KPU mulai meresahkan dan menimbulkan perpecahan di beberapa daerah serta penolakan dari berbagai element.

"Sangat disayangkan terjadi tindakan represif oleh massa gerakan #2019GantiPresiden terhadap salah satu kader PMII cabang Makassar atas Nama Muhadir, mantan ketua komisariat Talasalapang Unismuh Makassar," katanya.

Sebelumnya, Selasa (21/8), Kelompok Cipayung Makassar yakni PMII, GMNI, PMKRI, dan GMKI melakukan konferensi pers di Country Coffe & Resto, Makassar. Dalam konferensi pers tersebut, kelompok Cipayung meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas aksi pengeroyokan terhadap Muhadir. Konferensi pers dihadiri oleh Ketua PMII Makassar, Ashar Bahari, Ketua GMNI Makassar, Didin, Ketua PMKRI Makassar, Anastasia Rosalinda, dan Ketua GMKI Makassar, Bastian Littu.

Terkait hal tersebut, Ketua GMNI Makassar, Didin mengatakan, kelompok Cipayung akan terus mendukung dan mengawal proses hukum terhadap kasus pengeroyokan tersebut. "Kelompok Cipayung akan terus men-support dan mengawal proses hukum yang sedang berjalan terhadap kasus pemukulan Muhadir selaku kader PMII Makassar, ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA