Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

LSI: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul Jauh

Selasa 21 Aug 2018 17:09 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani

Calon presiden petahana Joko Widodo bersama calon wakil presiden KH. Ma'ruf Amin sebelum melakukan sesi pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Ahad (12/8).

Calon presiden petahana Joko Widodo bersama calon wakil presiden KH. Ma'ruf Amin sebelum melakukan sesi pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Ahad (12/8).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf telah mencapai 'magic number' di atas 50 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan, elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin masih jauh dari penantangnya dalam Pilpres 2019. Namun, menurutnya, Jokowi-Ma'ruf harus terus melakukan sosialisasi program kerjanya demi menjaga keunggulan elektabilitas.

"Pilpres masih lama. Cukup waktu untuk manuver. Dengan strategi dan isu tepat, pasangan pejawat bisa menjaga keunggulan," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/8).

Menurut dia, pada Pilpres 2014 pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sangat kuat secara elektabilitas. Namun, ketika pemilihan dilakukan, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mempu mengikis jarak menjadi sekitar 7 persen suara sah nasional.

Adjie mengakui, saat ini elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf telah mencapai 'magic number' di atas 50 persen dan jauh di atas pasangan Prabowo-Sandiaga. Namun, mengingat Pilpres 2019 merupakan pertandingan ulang antara dua capres, Jokowi dan timnya harus menyiapkan strategi khusus.

"Penting Jokowi dan tim posisi, mereka kuat di awal namun menjelang akhir, Prabowo bisa mendekatkan elektabilitasnya. Posisi saat ini yang cukup jauh posisinya bisa kompetitif di pemilihan nanti," kata dia.

Adjie menjelaskan, masih ada sisa sekitar delapan bulan untuk pasangan capres-cawapres dan tim suksesnya untuk melakukan manuver dan pematangan strategi untuk memenangkan Pilpres 2019. Di kubu Jokowi-Ma'ruf, kata dia, memiliki kesempatan paling tidak untuk menjaga dukungan yang telah ada.

Sementara di kubu Prabowo-Sandiaga, Adjie melanjutkan, masih punya cukup waktu untuk menaikkan suara. "Bahkan, mengambil suara dari mereka yang telah memilih pasangan pejawat," ujar dia.

Dalam survei terbaru LSI, pasangan Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 52,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga hanya 29,5 persen. Jokowi-Ma'ruf juga unggul di lima kantong suara penting seperti pemilih muslim (52,7 persen), non-Muslim (47,5 persen), wong cilik (54,7 persen), perempuan (50,2 persen), dan milenial (50,8 persen). Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga hanya unggul di kalangan terpelajar (44,5 persen).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengklaim, gerakan #2019GantiPresiden kepada pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa meningkatkan elektabilitas mereka. Menurutnya, gerakan tersebut akan menegaskan dukungannya kepada Prabowo-Sandiaga.

"Kami belum memutuskan. Kalau #2019GantiPresiden sudah memutuskan mendukung Prabowo-Sandiaga, maka akan melonjak (elektabilitas) Prabowo-Sandiaganya," ujar Mardani kepada wartawan di acara peluncuran buku '#2019GantiPresiden, Catatan Sang Inisiator', di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).

Mardani menampik jika #2019GantiPresiden ini disebut kurang efektif terhadap elektabilitas Prabowo-Sandiaga. Sebab, menurutnya, antusiasme masyarakat di luar terhadap gerakan ganti Presiden ini sangat bagus.

"Kami yakin setelah pengumuman (dukungan), nanti (elektabilitas) akan semakin menguat. Pelan-pelan dukungan kami nanti akan migrasi ke Prabowo-Sandiaga," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA