Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Survei LSI: Sandiaga Tingkatkan Elektabilitas Prabowo

Selasa 21 Agu 2018 15:35 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, memaparkan hasil survei bertajuk Final : Ahok Vs Anies, Kemanakah Suara Pendukung Agus? di Jakarta, Selasa (7/3).

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, memaparkan hasil survei bertajuk Final : Ahok Vs Anies, Kemanakah Suara Pendukung Agus? di Jakarta, Selasa (7/3).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Dukungan terhadap Prabowo meningkat di tiga segmen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengatakan, penetapan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) ikut meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto. Survei terbaru LSI menunjukan dukungan terhadap Prabowo meningkat di segmen pemilih perempuan, pemula dan kelompok terpelajar.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby menjelaskan, pada segmen pemilih perempuan elektabilitas Prabowo meningkat menjadi 30 persen dari sebelumnya 25,2 persen. Sementara pada segmen pemilih muda meningkat menjadi 39,5 persen, dari sebelumnya 34,2 persen. Sedangkan pada pemilih kaum terpelajar meningkat menjadi 44,5 persen dari sebelumnya 37,4 persen.

"Tingkat kesukaan dan keterkenalan lebih unggul Sandiaga (dibanding Ma'ruf). Masuknya Sandi itu membawa sentimen positif sehingga menambah kekuatan Prabowo," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/8).

Adjie menyebutkan, masuknya Sandiaga juga menaikkan elektabilitas Prabowo menjadi 29,5 persen. Padahal, sebelum memilih cawapres, elektabilitas Prabowo hanya 28,8 persen.

Sementara itu, masuknya Ma'ruf sebagai bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi) justru membuat elektabilitas capres pejawat itu turun. Sebelum memilih pasangan, elektabilitas Jokowi berada di posisi 53,6 persen. Namun, setelah berpasangan dengan Ma'ruf, elektabilitas pasangan tersebut turun menjadi 52,2 persen.

Adjie menjelaskan, dipilihnya Ma'ruf Amin membuat suara Jokowi turun di tiga segmen pemilih. Di segmen pemilih non-Muslim menjadi 51,5 persen dari semula 70,3 persen. Di kalangan berpendidikan setingkat sarjana atau lebih, suara Jokowi juga tergerus hingga 10,1 persen, dari 50,5 persen menjadi 40,4 persen. Sementara di kalangan pemula, elektabilitas Jokowi berkurang dari 47,1 persen menjadi 39,5 persen.

Namun, menurut Adjie, pasangan Jokowi-Ma'ruf masih berada dalam the magic number. "Angka elektabilitas ini perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 yaitu 53,15 persen," katanya.

Meski begitu, ia mengatakan, dipilihnya Ma'ruf sebagai pasangan Jokowi mengurangi sentimen agama yang selama ini menyerang capres pejawat itu. Dalam segmen pemilih Muslim, Ma'ruf menaikkan elektabilitas Jokowi dari 51,7 persen menjadi 52,3 persen. "Di pemilih Muslim masuknya Ma'ruf menambah sentimen positif. Di pemilih non-Muslim efeknya negatif, tergerus hingga 20 persen," ungkapnya.

Ia mengatakan, survei ini dilakukan pada 12-19 Agustus 2018, menggunakan metode multistage random sampling. Responden yang diikutsertakan sebanyak 1.200 orang dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Ia menyebutkan, margin error dari survei ini kurang lebih 2,9 persen.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA