Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Hasto: Jokowi Rencanakan Deklarasi Damai dengan Prabowo

Sabtu 18 August 2018 15:38 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Foto: istimewa
Jika terlaksanam pertemuan menjadi pendidikan politik penting bagi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden (capres) pejawat telah merencanakan bertemu dengan bakal capres Prabowo Subianto. Pertemuan itu nantinya membicarakan mengenai kampanye damai.

"Paling tidak kan ada beberapa event bersama, deklarasi damai. Deklarasi damai bukan hanya sekadar seremonial tetapi harus menjadi komitmen yang harus diikuti seluruh tim kampanye," kata dia di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8).

Kendati waktu pertemuan belum ditentukan, Hasto menilai, jika terlaksana pertemuan itu akan menjadi pendidikan politik yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan mengerti bahwa kompetisi merupakan pertarungan gagasan mengenai pertumbuhan ekonomi juga kedaulatan ekonomi.

Karena itu, lanjut dia, pertemuan itu akan menjadi bahan yang sangat menarik dalam kontestasi itu bagaimana membuat kesejahteraan rakyat. Bukan untuk menutup keadaban publik. "Pers kami juga harapkan tidak menutup ruang keadaban publik kita yang memegang teguh keadaban publik kita," kata dia.

Baca Juga: Wasekjen Gerindra: Pertemuan Prabowo dan Jokowi Pekan Depan

Ia mengatakan, jika pertemuan tertunda, nantinya KPU juga menginisiasi pertemuan antara pasangan calon dalam beberapa acara. Namun, ia yakin pertemuan akan terjadi sebelum KPU mengambil inisiatif. Pasalnya, selama ini Jokowi selalu membuka peluang untuk melakukan dialog.

"Sudah beberapa kali (Jokowi) menerima Prabowo, ini hal yang sangat baik dan perlu kita sampaikan pada publik," kata dia.

Ia menyatakan, dalam kampanye setiap pihak sudah semestinya harus memenangkan hati rakyat. Karena itu, setiap calon akan menyampaikan kelebihannya masing-masing.

Namun, kata dia, Jokowi berpesan masyarakat harus belajar dari Pilkada DKI bahwa isu sara sangat merugikan semua pihak. Menurut dia, pihak yang menggunakan dan menjadi sasaran isu SARA akan mengalami kerugian. 

"Lebih dari 700 tahun lamanya kita bisa hidup damai dengan Bhinneka Tunggal Ika, kenapa itu kemudian harus diingkari," kata Hasto. 

Baca Juga: Ngabalin: Prabowo-Sandiaga Jangan Pencitraan ke Presiden

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES