Kamis, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Kamis, 13 Sya'ban 1440 / 18 April 2019

Asman Abnur Berharap Penggantinya Lebih Baik

Rabu 15 Agu 2018 01:42 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menyampaikan program Percepatan Reformasi Birokrasi Melalui Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip), di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/4).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menyampaikan program Percepatan Reformasi Birokrasi Melalui Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip), di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (3/4).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Asman mengatakan kehadirannya secara etika tidak baik dan bisa bebani Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur berharap sosok menteri penggantinya adalah figur yang lebih baik dari dirinya. Asman menyatakan telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan menteri kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (14/8) malam. 

Asman mengatakan Presiden dapat memahami keputusan tersebut.  Dia menjelaskan keputusan itu diambilnya lantaran Partai Amanat Nasional tempatnya bernaung tidak mendukung Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019.

Karena itu, ia merasa kehadirannya dalam Kabinet Kerja, secara etika tidak baik. Selain itu, dia enggan membebani Jokowi, bilamana kehadirannya di kabinet dipersoalkan partai koalisi pendukung Presiden. 

"Alhamdulillah pak Presiden memahami perasaan saya. Maka saya mohon untuk diizinkan mengundurkan diri,” kata dia dalam konferensi pers terkait pengunduran dirinya dari jabatan menteri, di Kantor Kementerian PAN-RB, di Jakarta, Selasa malam.

Baca Juga:

Asman juga bersyukur karena Jokowi bersedih dengan keputusannya. Artinya, ia mengatakan, kinerja Asman selama ini cukup memberikan nilai positif bagi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. 

“Namun, kalau memang itu yang terbaik, beliau tidak bisa menolak untuk mundur," kata Asman. 

Asman mengungkapkan sebelum memutuskan untuk mundur, dirinya sempat berbincang dengan Mensesneg Pratikno, Selasa pagi. Pada kesempatan itu, Mensesneg mengungkapkan kepada Asman bahwa posisi Asman saat ini menjadi tidak mengenakkan baik bagi Kemenpan maupun suasana yang dirasakan langsung oleh Jokowi.

"Sehingga, saya tidak ingin pak Presiden merasa terbebani dengan tuntutan parpol koalisi yang lain," kata Asman. Berkaitan penggantinya, Asman mengatakan hal itu merupakan hak prerogratif Presiden.

Baca Juga: Asman Mundur, Ini Tugas yang Harus Diselesaikan Menpan Baru

Asman menyatakan akan tetap bekerja sebagai menteri hingga ada keputusan Presiden Jokowi terkait pengganti dirinya. "Besok (hari ini) pagi kalian masih bisa ketemu saya di sini," kata dia. 

Rabu (15/8) hari ini akan menjadi hari terakhir Asman berkantor di Kemenpan RB. Jokowi sudah menunjuk Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Syafruddin sebagai menpan-RB.

Syafruddin membenarkan dirinya diangkat menjadi menpan-RB. Berdasarkan informasi, Syafruddin akan dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Menpan RB di Istana Presiden Jakarta, Rabu (15/8).

Informasi pelantikan ini juga dibenarkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang menyatakan diundang pelantikan Syafruddin sebagai menpan RB pada pagi nanti. Bambang mengaku mendapat kabar dari Kesekjenan DPR terkait undangan pelantikan menteri kabinet kerja sisa jabatan 2014-2019 oleh Presiden RI di Istana Negara pada Rabu (15/8) pukul 10.00 WIB.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA