Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Usai Lapor LHKPN, Sandiaga Ingin Pemilu yang Transparan

Selasa 14 Aug 2018 14:56 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ratna Puspita

Bakal calon  wakil presiden Sandiaga Uno  memberikan keterangan kepada media saat tiba  di Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Jakarta, Selasa (14/8).

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan keterangan kepada media saat tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Jakarta, Selasa (14/8).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Sandiaga ingin good governance dengan best practice.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan sangat menghargai proses dan tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, terutama terkait transparansi keuangan. Ia pun mengungkapkan harapan agar pemilihan umum (Pemilu) tahun depan berjalan dengan transparan. 

"Pemilu bersih dan menjawab aspirasi masyarakat agar percepatan pembangunan khususnya dibidang ekonomi dalam membuka lapangan kerja dan memastikan harga-harga bahan pangan dan bahan pokok ini terjangkau dengan good governance dengan best practice," kata dia di Gedung KPK, Selasa (14/8)/

Sandiaga menyambangi  Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pantauan Republika, Sandiaga menggunakan mobil Grand Livina tiba di Gedung KPK pada pukul 13.01 WIB dan keluar pada pukul 13.46 WIB. 

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ditemani oleh Sudirman Said yang merupakan salah satu tim pemenangan bakal calon Presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto Sandiaga Uno. "Saya ditemani oleh tim Sandi Uno yaitu pak Sudriman Said yang jadi mentor saya yang nanti kedepan semua yang kami lakukan di sini selalu mengacu pada perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku," kata Sandiaga. 

Sandiaga mengaku pertama kali melaporkan LHKPN pada Oktober 2017, saat mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya, ia rutin melaporkan harta kekayaannya kepada KPK, yakni per tiga bulan. 

Sandiaga mengatakan ia rutin melaporkan harta kekayaan karena ada perubahan terkait dengan kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dolar dan saham di pasar modal. Kendati demikian, Sandi tidak menyebut angka terkait jumlah harta yang saat ini dilaporkan kepada KPK. 

"Untuk keterangan lebih lanjut bisa ke Pak Cahya," kata dia. Ketika melakukan pelaporan LHKPN, Sandiaga diterima langsung oleh Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK Cahya Harefa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES