Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Relawan Jokowi Desak PAN Tarik Menpan RB

Selasa 14 August 2018 13:39 WIB

Red: Ratna Puspita

Bakal capres-cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan), berbincang seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Ahad (12/8).

Bakal capres-cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan), berbincang seusai menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Ahad (12/8).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
PAN secara jelas dan tegas mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Relawan Jokowi mendesak Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menarik Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur dari jabatannya. PAN secara jelas dan tegas mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah. 

"Partai pimpinan Zulkili Hasan membuat garis tegas dengan bergabung dalam barisan partai oposisi bersama Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat," kata Ketua Umum DPN Seknas Jokowi Muhammad Yamin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (14/8).

Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi Michael Umbas menegaskan, PAN tidak loyal kepada pemerintah. PAN sudah jelas kerap berbeda pendapat dengan pemerintah, baik melalui perwakilannya di Senayan maupun dalam berbagai kebijakan pemerintah. 

"Salah satunya adalah pada pembahasan RUU Pemilu dan penerbitan Perppu Ormas," kata Umbas. 

Padahal, ia mengatakan, sebagai partai yang mengirimkan kadernya sebagai anggota Kabinet Kerja, PAN seharusnya mendukung setiap kebijakan pemerintah. “Bukan sebaliknya, bersikap setengah-setengah mendukung pemerintah,” kata dia. 

Ketua Umum Pos Raya Indonesia Ferdy Semaun mengatakan, tugas dan tanggung jawab pemerintah sangat besar. "Jika ada anggota Kabinet Kerja, terutama dari kader parpol tidak sejalan, akan mengganggu program besar pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan agenda Nawacita," tuturnya. 

Ia menambahkan, dukungan kabinet harus solid dan profesional. Karena itu, konsekuensi logis dari keputusan PAN berada di luar pemerintah harus dibarengi dengan keluarnya Menpan RB Asman Abnur dari Kabinet Kerja. "Jika tidak, kami menganggap ini penyusupan yang sistematis sebagai agenda politik PAN sebagai lawan koalisi Jokowi," tutur Ferdy.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, Presiden Joko Widodo kemungkinan akan melakukan pergantian menteri dalam waktu dekat. Pergantian sebagai konsekuensi dinamika koalisi dalam pengajuan pasangan bakal calon presiden dan cawapres RI periode 2019-2024.

Pratikno mengatakan, hanya satu menteri yang kemungkinan akan diganti. Ia juga kembali menegaskan pergantian anggota kabinet terkait dengan koalisi. 

Dinamika politik dalam berkoalisi ini yang terjadi ini terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, khususnya Partai Amanat Nasional (PAN). Semula, PAN bergabung dalam koalisi pendukung Presiden Jokowi sehingga partai itu menempatkan kadernya di Kabinet Kerja. 

Presiden Jokowi memercayakan posisi Menpan RB kepada kader PAN, yaitu Asman Abnur. Namun, dalam pencalonan Presiden dan Wapres RI 2019-2024, PAN tidak bergabung dalam koalisi pendukung Jokowi.

PAN bergabung dengan Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Empat partai ini mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pratikno menyatakan, Jokowi sebenarnya sangat puas dengan kinerja Asman Abnur sebagai menpan RB. Ia menegaskan, kinerja Asman Abnur sangat bagus.

"Beliau juga pada posisi yang tepat sekali karena beliau ada latar belakang wirausaha, kemudian bisa membenahi birokrasi agar lebih melayani masyarakat," kata Pratikno.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES