Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Pakar: Ma'ruf Cawapres Bentuk Akomodasi Jokowi ke Umat Islam

Sabtu 11 August 2018 14:10 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menjadi pembicara kunci pada Annual Conference on Fatwa Studies dengan tema Peran Fatwa MUI dalam Berbangsa dan Bernegara di Depok, Jawa Barat, Kamis (26/7).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menjadi pembicara kunci pada Annual Conference on Fatwa Studies dengan tema Peran Fatwa MUI dalam Berbangsa dan Bernegara di Depok, Jawa Barat, Kamis (26/7).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Jokowi telah memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fachry Ali menilai, pemilihan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) oleh Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk akomodasi untuk umat Islam, khususnya Nahdltul Ulama (NU). Menurut dia, dengan menggandeng Ma'ruf, Jokowi yakin warga NU akan mendukungnya terus menjadi presiden hingga 2024.

"Ya iya. Itu artinya akomodasi terhadap Islam karena dalam pemikiramnya, setidaknya warga NU akan mendukung. Segala sesuatu dalam politik akan terjadi," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (11/8).

Ia meyakini, ada bentuk kekecewaan dari pendukung Jokowi sebelumnya. Pasalnya, Kiai Ma'ruf dikenal sebagai sosok yang keras terhadap pemikiran Islam sekuler. Sedangkan, pendukung Jokowi selama ini hadir dari kalangan sekuler.

Meski begitu, Fachry mengatakan, potensi Jokowi untuk melanjutkan jabatannya sebagai presiden akan tetap besar. "Berdasarkan hasil poling, kalau pelaksanaan pilpres hari ini, Jokowi potensial karena poling tertinggi," ujar dia.

Namun, pemilihan masih akan dilakukan sekitar satu tahun ke depan. Artinya, masih banyak hal yang akan terjadi. Menurut Fachry, ke depan peta politik akan semakin dinamis dalam menentukan kekuatan masing-masing calon.

"Ada sentimen, emosi, kita belum tahu juga. Dinamis itu artinya kita gak tahu apa yang akan terjadi. Yang kita belum tahu tantangan apa yang terjadi di masa depan," kata dia.

Secara normatif, ia melanjutkan, tantangan yang akan dihadapi Indonesia adalah permasalahan ekonomi. Namun, secara detail, Fachry tak bisa masalah perekonomian seperti apa yang akan menimpa Indonesia.

Ma'ruf Amin menyebut, penunjukkannya sebagai cawapres Jokowi adalah penghargaan kepada para ulama. Menurutnya selama ini, Jokowi memang tidak gembar-gembor menyatakan menghargai ulama.

"Penunjukkan saya ini saya anggap beliau betul-betul menghargai ulama, nggak pernah ngomong dia, tapi dia kerjakan," kata Ma'ruf, Jumat (10/8).

Ma'ruf mengatakan, jabatan yang ia emban tersebut bentuk amanah bahwa ulama dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Karenanya, ia harus siap mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Ulama itu kan begitu, kalau dibutuhkan manfaat harus siap," ujar Ma'ruf.

photo

Profil KH Ma'ruf Amin

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 August 2018, 10:39 WIB