Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Ketua MUI Sumut Dukung Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden

Sabtu 11 Agustus 2018 00:05 WIB

Rep: Issha Haruma/ Red: Esthi Maharani

Joko Widodo (kedua kiri) saat konferensi pers usai mendaftar sebagai calon presiden bersama capres Ma'ruf Amin

Joko Widodo (kedua kiri) saat konferensi pers usai mendaftar sebagai calon presiden bersama capres Ma'ruf Amin

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Ma'ruf Amin dinilai tepat menjadi wakil presiden sesuai pengalaman dan pengetahuan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Abdullah Syah mendukung Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin, sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019. Menurut Abdullah, Ma'ruf adalah sosok yang ideal menjadi wakil presiden.

"Pasti kita mendukung karena beliau orang yang tepat menjadi wakil presiden sesuai pengalaman dan pengetahuannya," kata Abdullah, Jumat (10/8).

Abdullah mengatakan, Ma'ruf tidak boleh hanya dinilai dari segi keagamaan saja. Menurutnya, dalam dunia politik, sosok Rais Aam PBNU ini juga sudah sangat mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan statusnya sebagai pimpinan PBNU dan MUI.

"Menurut saya, bagi pak Ma'ruf Amin, menjadi Wapres itu sebenarnya bukan hal yang berat atau asing lagi," ujar dia.

Sementara itu, Ketua MUI Sumatra Barat (Sumbar) Gusrizal Gazahar justru meminta Ma'ruf mengundurkan diri dari jabatannya. Dia berharap MUI Pusat tetap menjaga prinsip istiqlaliyah atau independensinya.

Buya Gusrizal sebetulnya tak mau banyak berkomentar soal dipinangnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo dalam pesta demokrasi tahun 2019 nanti. Persoalan kemauan KH Ma'ruf Amin untuk maju mendampingi Jokowi, dianggap sepenuhnya hak pribadi. Namun, Buya Gusrizal lebih menyoroti perihal independensi MUI sebagai sebuah lembaga.

"KH Ma'aruf Amin harus segera mundur dari jabatan sebagai ketua umum, demi menjaga lembaga. Saya tidak menyoal kontestasi. Sebab, MUI tidak masuk ke ranah politik praktis. Saya tidak mengomentari KH Ma'aruf masuk kemana, dan sebagainya. Itu hak dia," jelas Buya Gusrizal.

Menurutnya, pengunduran diri Ma'ruf Amin harus dilakukan segera tanpa melalui mekanisme Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Buya Gusrizal berpandangan, dalam situasi seperti ini keputusan bisa diambil hanya dengan rapat dewan pimpinan. "Jangan lama-lama. Sebab, semakin lama, nanti akan berdampak dan tidak bagus pada majelis ulama sendiri," ujar Gusrizal.

Untuk diketahui, Joko Widodo resmi menggaet Ma'ruf Amin sebagai calon wakilnya dalam Pilpres 2019. Pasangan ini pun telah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU RI hari ini, Jumat (10/8). Keduanya diusung oleh sembilan partai politik, yakni PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP, PKPI, Perindo, dan PSI. n Issha Harruma

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Brigjen Mohammad Iqbal

Sabtu , 18 Agustus 2018, 10:39 WIB