Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

KH Ma'ruf Ungkap Ada Pihak yang Memintanya tak Jadi Cawapres

Jumat 10 August 2018 18:44 WIB

Rep: Fauziah Mursid, Umar Mukhtar/ Red: Andri Saubani

Calon presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan pidatonya didampingi calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan) bersama para ketua umum partai politik pendukung saat deklarasi di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/8).

Calon presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan pidatonya didampingi calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan) bersama para ketua umum partai politik pendukung saat deklarasi di Gedung Joang, Jakarta, Jumat (10/8).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Jokowi telah memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) KH Ma'ruf Amin mengungkapkan, ada pihak yang sempat memintanya tidak mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres). Sehingga ia menegaskan, akan mengemban amanah yang telah diberikan calon presiden (capres), Joko Widodo (Jokowi) dengan sebaik-baiknya.

"Saya bilang, memang yang boleh jadi presiden, wakil presiden, politikus saja atau tentara saja dan pengusaha saja. Kiai juga boleh. Waktu Gus Dur jadi presiden boleh, beliau kan kiai juga. Giliran saya jadi wapres, masa tidak boleh, akhirnya bolehlah," kata Ma'ruf, saat berkunjung ke Kantor DPP PPP di Jalan Dipenogoro, Menteng, Jakarta, Jumat (10/8).

Ia menyebut, penunjukkannya sebagai cawapres Jokowi adalah penghargaan kepada para ulama. Menurutnya selama ini, Jokowi memang tidak gembar-gembor menyatakan menghargai ulama.

"Penunjukkan saya ini saya anggap beliau betul-betul menghargai ulama, nggak pernah ngomong dia, tapi dia kerjakan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, jabatan yang ia emban tersebut bentuk amanah bahwa ulama dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Karenanya, ia harus siap mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Ulama itu kan begitu, kalau dibutuhkan manfaat harus siap," ujar Ma'ruf.

Baca juga: Bukan Prabowo, Tetapi Malah Jokowi Pilih Ulama Jadi Cawapres

Menurutnya, proses kesiapan ia menjadi cawapres juga setelah ia melakukan istikharah dan berdoa. Dalam doanya itu, Ma'ruf meminta agar diberi petunjuk atas rencana penunjukkan tersebut.

"Saya berdoa seperti biasa, kalau memang wapres itu baik buat saya, buat keluarga saya, buat buat bangsa saya, baik buat negara saya, buat dunia saya, buat akhirat saya, maka titipkan kepada saya dengan tepat. Tapi kalau jelek buat saya, keluarga saya, buat buat bangsa saya, buat negara saya, buat dunia saya, buat akhirat saya, maka jauhkan dari saya," ujarnya.

Jokowi saat mengumumkan Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya, kemarin, menerangkan, telah melalui perenungan dan mendengar masukan dan saran dari elemen masyarakat. "Maka, saya memutuskan dan mendapat persetujuan dari parpol, yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah KH Ma'ruf Amin," ucap Jokowi.

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi bertujuan untuk menghilangkan citra anti-Islam yang melekat pada diri mantan wali kota Surakarta itu. Menurutnya, Ma'ruf yang merupakan Rais Aam PBNU, ormas Islam terbesar kedua, menjadi modal bagi Jokowi untuk menangkal isu-isu SARA dan politik identitas.

"Jokowi menganggap Ma'ruf Amin memiliki basis massa NU yang kuat dan bisa menghilangkan citra Jokowi yang terkesan anti Islam," ujar dia kepada Republika.co.id, Kamis (9/8).

photo

Profil KH Ma'ruf Amin

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES