Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

'Ma’ruf Cawapres Menggembirakan Sekaligus Menggelisahkan'

Jumat 10 August 2018 16:15 WIB

Red: Ratna Puspita

Pasangan calon Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin setelah mendaftar pencalonan capres dan cawapres di KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Pasangan calon Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin setelah mendaftar pencalonan capres dan cawapres di KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Posisi KH Ma'ruf akan memberikan banyak manfaat bagi NU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai terpilihnya Kiai Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi menggembirakan bagi nahdiyin atau warga Nahdlatul Ulama. Namun, di sisi lain, pemilihan Ma’ruf juga bisa menggelisahkan nahdiyin.

Umam menjelaskan, si satu sisi, posisi Kiai Ma'ruf akan memberikan banyak manfaat politik dan logistik bagi sel-sel politik NU. Di sisi lain, NU dinilai tidak netral.

"Manuver-manuver politik saat ini mengindikasikan bahwa partai-partai berbasis NU telah secara vulgar memanfaatkan kelembagaan NU sebagai alat deal-deal politik praktis yang bertentangan dengan spirit Khitah 1984," katanya kata Umam di Jakarta, Jumat (10/8).

Baca Juga:

Menurut Umam, ini berpotensi akan merepotkan NU. Sebab, masuknya Kiai Ma'ruf ke politik praktis akan memaksa NU untuk selalu pasang badan menghadapi serangan-serangan terhadap individu Kiai Ma'ruf.

Menurut dia, Kiai Ma'ruf berpotensi diserang dengan isu gratifikasi dan jual beli sertifikasi halal. Hal ini khususnya terkait dengan impor daging sapi yang sempat menguap. 

“Karena itu, wajar jika banyak yang menyayangkan bahwa Kiai Ma'ruf yang telah menjadi begawan bangsa, justru bersedia banting setir memasuki ruang politik praktis," kata doktor ilmu politik dari School of Political Science & International Studies, University of Queensland, Australia itu.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB