Sabtu, 11 Safar 1440 / 20 Oktober 2018

Sabtu, 11 Safar 1440 / 20 Oktober 2018

Elektabilitas Sandiaga Rendah, Demokrat Merapat ke Jokowi?

Jumat 10 Agu 2018 04:16 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nur Aini

Ketua Umum Partai Grindera Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Kamis (9/8).

Ketua Umum Partai Grindera Prabowo Subianto berkunjung ke kediaman Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Kamis (9/8).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Partai Demokrat akan mempertimbangkan elektabilitas Sandiaga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Partai Demokrat belum memutuskan untuk mendukung poros Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau poros Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Partai Demokrat menegaskan tetap akan memilih salah satu dari dua poros tersebut.

Lantaran bila bersikap abstain pada Pilpres 2019, maka kesempatan Partai Demokrat untuk ikut berlaga pada Pilpres 2024 akan kandas. Untuk memilih salah satu pasangan, Demokrat akan mempertimbangkan elektabilitas.

"Poinnya tinggal satu memutuskan untuk dukung pak Jokowi atau Prabowo. Sampai saat ini kita belum ada update apakah ada komunikasi dengan pihak istana. Tapi pasti partai sikapnya harus diputuskan Majelis Tinggi. Jadi ditungu saja pagi nanti," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta, Jumat (10/8) dini hari.

Terkait pilihan Prabowo, Ferdinand menilai elektabilitas Sandiaga Uno masih sangatlah rendah. Menurutnya, berdasarkan survei dari beberapa lembaga, nama Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, serta beberapa nama dinilai lebih tinggi elektabilitasnya.

"Kita ingin menimbang-nimbang kalau Sandiaga jauh di bawah sekali (elektabilitas)," kata dia.

Hal senada diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, menurutnya berdasarkan perhitungannya, kemungkinan menang di koalisi Prabowo sangatlah kecil. Namun, ia belum mau mengartikan bahwa sinyal Demokrat lebih mengarah ke poros Joko Widodo.

"Besok ada rapat Majelis Tinggi partai, sebelum pukul 09.00 WIB akan rapat untuk memilih sikap. Kalau besok diputuskan untuk memilih salah satu koalisi, jam 9 kita akan ke KPU. Kita akan ikut mendaftarkan calon presiden dan wakil yang didukung partai Demokrat," ujarnya.

Bakal calon presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Sandiaga Uno sebagai pendampingnya pada pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Keduanya diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS.

Sementara, bakal calon presiden Joko Widodo memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Pasangan tersebut didukung sembilan partai politik, yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, dan PKPI.

Baca: Partai Demokrat akan Gelar Rapat Majelis Tinggi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES