Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

Prabowo akan Temui SBY Pagi Ini

Kamis 09 Agu 2018 06:19 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (30/7).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Kedatangan Prabowo untuk meluruskan persoalan yang mengemuka terkait koalisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman SBY, di Mega Kuningan, Jakarta pada Kamis (9/8) pagi. Kedatangan Prabowo untuk meluruskan persoalan yang mengemuka terkait koalisi.

"Kamis pagi pak Prabowo akan ke sini," ujar Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan di kediaman SBY, Kamis dini hari.

Hinca mengatakan komunikasi partainya dengan Gerindra terus berjalan. Dia meminta semua pihak menunggu keputusan kedua ketua umum. Sebelumnya koalisi Demokrat dan Gerindra disebut-sebut mengalami perpecahan. Politisi Demokrat Andi Arief menuding Partai Gerindra melakukan politik transaksional tanpa sepengetahuan Demokrat.

Baca juga, Andi Arief: Saya tak Pernah Buat Isu.

Andi Arief yakin apa yang dikatakannya benar. Dia juga menekankan pernyataannya itu berdasarkan data yang akurat.  "Demokrat dalam posisi diajak Jenderal Prabowo untuk koalisi. Diajak lho ya. Kita tidak tawarkan siapa-siapa jadi cawapres, walau Pak Prabowo tawarkan AHY jadi wakil. Kami pun menyarankan agar dihitung matang-matang. Tapi hari ini kami dapat informasi ada politik transaksional yang berada dalam ketidaktahuan kami," tegas Andi Arief.

Andi Arief mengatakan, info politik transaksional itu mengejutkan. Sebab, kata dia, Demokrat selama ini tidak pernah selingkuh dengan bertemu partai selain partai koalisi Prabowo.  "Makanya saya sebut Jenderal Kardus. Jenderal Kardus itu jenderal yang nggak mau mikir, uang segalanya," kata Andi.

Meskipun demikian Andi menghargai niat baik Prabowo untuk datang ke kediaman SBY Kamis pagi nanti.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani membenarkan Prabowo Subianto akan menemui SBY pagi ini. Ia pun menampik jika ada perang di antara kedua partai.

"Saya tegaskan tidak ada perang dan tidak ada yang perlu didamaikan. Rencananya besok pagi Prabowo akan berjumpa dengan SBY dikediamannya," kata Muzani di kediaman Prabowo, Jakarta, Rabu malam.

Menurut Ahmad Muzani, pertemuan keduanya untuk membicarakan kelanjutan dari koalisi yang telah dirintis selama ini karena ada komunikasi yang terputus.

Komunikasi yang terputus itu menyebabkan adanya pemahaman yang lompat dalam proses koalisi sehingga terjadi distorsi informasi.

"Apa yang lompat bahwa Prabowo menjelaskan di dalam surat yang disampaikan. Selama ini Gerindra sudah menjalin komunikasi yang baik dengan PKS dan PAN, juga menjalin komunikasi yang baik dengan ulama, kiai dan para habaib," ujarnya.

Dia menjelaskan Prabowo dalam surat itu adalah mendiskusikan tentang  pengambilan keputusan. Ini karena dalam pertemuan sehari sebelumnya, SBY mengatakan bahwa soal calon wakil presiden diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo sebagai calon presiden.

Menurut dia, surat itu adalah pemikiran Prabowo kepada SBY yang dikirimkan pada Selasa (7/8) malam."Inilah kira kira yang akan di diskusikan Prabowo dengan SBY, supaya kelanjutan koalisi ini bisa berhasil. Karena Kamis malam kita tunggu wakil presidennya Prabowo akan segera kita umumkan," katanya.

Baca juga, PBNU Klarifikasi Soal Opsi Tinggalkan Jokowi.

Selain itu, Muzani mengatakan terkait pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan bahwa Prabowo jenderal kardus, itu merupakan hal biasa karena dalam setiap perjuangan selalu saja ada distorsi.

Hal itu, menurut dia, karena harapan terlalu tinggi. Kemudian tiba-tiba mendengar ada realitas harapan yang tidak sesuai lalu kaget dan mengungkapkan sesuatu pernyataan yang lompat. "Prabowo akan diskusi SBY, insya Allah diskusi kedua pemimpin parpol dan tokoh nasional akan mencapai titik temu," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketua TKN Buka Kegiatan Kamis Kerja

Kamis , 13 Des 2018, 21:31 WIB