Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Senin, 14 Muharram 1440 / 24 September 2018

Prabowo Datangi Rumah Salim Segaf Al-Jufri Sore Ini

Rabu 08 Agustus 2018 16:54 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Suasana di sekitar rumah Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Salim di Perumahan Pejaten Residence, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Suasana di sekitar rumah Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Salim di Perumahan Pejaten Residence, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Foto: Republika/Ali Mansur
Pertemuan antara Prabowo dan Salim Segaf berlangsung tertutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri di Perumahan Pejaten Residence, Jakarta Selatan, Rabu (8/8). Diketahui rumah yang disambangi Prabowo adalah kediaman Salim Segaf.

Sayangnya awak media tidak bisa meliput pertemuan yang dikabarkan membahas soal pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Bahkan pewarta tidak diperkenankan masuk ke perumahan elite itu, gerbang pun tertutup rapat.

Sekitar pukul 15.15 WIB mobil yang diketahui milik Prabowo dan dampingi beberapa mobil serta voorijder itu meninggalkan perumahan tersebut. Sekalilagi, Prabowo tampak dingin, tidak ada ucapan atau komentar kepada awak media yang sudah menunggu lama. Bahkan Prabowo tidak membuka kaca mobilnya satu inci pun, tidak seperti biasanya.

Baca juga:

Sebelumnya, hubungan koalisi Partai Gerindra dan PKS sempat tegang. Itu setelah Presiden PKS, Sohibul Iman mengancam koalisi bakal buyar jika Prabowo tidak memilih satu dari dua nama cawapres hasil ijtima' ulama yang dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

PKS kuku menginginkan Prabowo memilih Salim Segaf Aljufri atau setidaknya Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai pendampingnya.

"Begitu tidak dipilih hasil ijtima', konstelasi koalisi bukan mengerucut, tapi makin buyar. Nah, di situlah cawapres PKS yang sembilan tentu tetap bisa hidup," tegas Sohibul Iman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: KPK Luncurkan Bus Antikorupsi

Senin , 24 September 2018, 16:00 WIB