Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Sinyal PAN Gabung Koalisi, Jokowi: Ya, Nanti Dilihat

Rabu 08 Aug 2018 11:41 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Presiden Jokowi, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Presiden Jokowi, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Foto: Republika/Prayogi
Pramono Anung menyebut ada satu partai lagi yang akan gabung ke Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tak menutup kemungkinan bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam barisan partai politik pendukungnya di Pilpres 2019. Hal ini disampaikannya usai acara peresmian pembukaan pendidikan kader ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).

"(PAN akan dukung pemerintah) Ya nanti dilihat," ujar Jokowi.

Saat ditanyakan apakah akan ada partai politik kesepuluh yang bergabung dalam koalisi partai pendukung Jokowi, ia pun enggan menjawabnya.

"Ya tanya Pak Romi (Romahurmuziy)," ucap dia yang juga didampingi Ketua Umum PPP.

Begitu pula terkait rencana deklarasi cawapres pendampingnya nanti, Jokowi juga meminta awak media untuk menanyakan lebih lanjut ke Romi. "Tanya Pak Romi," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut kemungkinan satu partai politik akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kita lihat nanti pada saat tanda tangan pencalonan presiden dan wakil presiden. Apakah jumlah parpol pendukungnya sembilan atau 10," kata Pramono di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (7/8).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kemarin sore diketahui menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Namun, belum diketahui pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan tersebut. Hingga saat ini diketahui Jokowi didukung oleh sembilan partai politik. Yakni PDI-Perjuangan, Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, Perindo, PKPI, PSI.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA