Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Gerindra Jabar Sesalkan Imbauan MUI Soal #2019GantiPresiden

Kamis 02 Aug 2018 12:00 WIB

Red: Andri Saubani

Buku manual relawan #2019GantiPresiden yang dibagikan pada deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di dekat Monas, Jakarta Pusat, Ahad (6/5).

Buku manual relawan #2019GantiPresiden yang dibagikan pada deklarasi akbar relawan nasional #2019GantiPresiden di dekat Monas, Jakarta Pusat, Ahad (6/5).

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
MUI khawatir gerakan #2019GantiPresiden timbulkan konflik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- DPD Partai Gerindra Jawa Barat menyesalkan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terkait aksi #2019GantiPresiden oleh kelompok massa tertentu menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 di Jawa Barat. Imbauan MUI Jabar itu pun didukung oleh MUI pusat.

"Pernyataan tersebut kami nilai malah semakin menambah panasnya suhu politik saat ini. Seharusnya MUI Jawa Barat bisa menjadi penyejuk bukan malah membuat suasana semakin panas," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, melalui pesan singkatnya  kepada wartawan, Kamis (2/8).

Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden merupakan hak warga dalam menyuarakan pendapatnya di muka umum dan selama ini tidak ada aturan yang dilanggar dengan adanya gerakan tersebut.  Dia menambahkan gerakan #2019GantiPresiden dijamin oleh konstitusi sehingga tidak ada masalah bila masyarakat yang ingin adanya perubahan menggelar deklarasi dan menyampaikan aspirasinya.

"Perlu digarisbawahi bahwa gerakan ini adalah hak rakyat yang di jamin oleh konstitusi," ujar Mulyadi.

Ia berharap imbauan tersebut tidak menjadi sikap resmi dari MUI Jabar. Namun, hal itu menjadi pernyataan pribadi dari pengurus MUI Jawa Barat.

"Kami mengharapkan semoga saja  pernyataan atau imbauan tersebut tidak mewakili lembaga MUI yang terhormat, tapi pernyataan pribadi bukan dari pengurus MUI Jawa Barat" ujarnya.

Baca juga: MUI Imbau Deklarasi #2019GantiPresiden di Jabar Dibatalkan

Sebelumnya, MUI Jabar mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri terkait dinamika kegiatan deklarasi ganti presiden oleh kelompok tertentu di masyarakat dengan mengusung tagar #2019GantiPresiden.

"Kami mengeluarkan imbauan ini untuk pihak yang pro (terhadap #2019GantiPresiden) atau yang kontra (terhadap #2019GantiPresiden). Imbauan ini semata-mata MUI buat  untuk menghindari kemaslahatan," kata Sekretaris Umum MUI Jawa Barat H M Rafani Akhyar, di Bandung, Rabu (1/8).

Rafani mengatakan setelah mencermati perkembangan politik  di tanah air terkait dengan agenda Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada tahun 2019 nanti, tampaknya sudah mulai memperlihatkan suhu yang agak memanas. Menurut dia, situasi ini patut dicermati agar dinamika politik tetap berjalan pada koridor demokrasi yang sudah disepakati.

"Terkait dengan perkembangan politik yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat akhir-akhir ini adalah maraknya politisasi agama terutama melalui medsos kegiatan deklarasi ganti Presiden oleh kelompok tertentu di masyarakat dengan mengusung tagar #2019GantiPresiden," kata dia.

Berdasarkan informasi yang terima pihaknya. di Jawa Barat akan ada Deklarasi Ganti Presiden pada tanggal 11 Agustus 2018 di Kota Bandung berbarengan dengan rangkaian acara kegiatan Asian Games 2018 yaitu pawai obor Asian Games.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA