Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Pengamat: UAS dan Salim Buat Peluang Ma’ruf dan Mahfud Naik

Rabu 01 August 2018 15:10 WIB

Red: Ratna Puspita

KH Maruf Amin (kanan) dan Mahfud MD (tengah) sedang berbincang.

KH Maruf Amin (kanan) dan Mahfud MD (tengah) sedang berbincang.

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Untuk mengimbangi UAS atau Salim, Jokowi perlu figur yang kuat di kalangan Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menyebutkan, usulan agar Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Al-Jufri menjadi kandidat cawapres untuk Prabowo Subianto berpengaruh terhadap bursa cawapres yang mendampingi Joko Widodo (Jokowi). Ia mengatakan, nama UAS dan Salim membuat peluang KH Ma'ruf Amin dan Mahfud MD menanjak sebagai cawapres Joko Widodo. 

Said mengatakan, selain Kiai Ma'ruf Amin dan Mahfud MD, beberapa kandidat cawapres untuk Jokowi juga berpeluang dan diuntungkan dengan rekomendasi Forum Ijtima’ GNPF Ulama. Nama-nama lain yang diuntungkan dengan kemunculan nama UAS dan Salim, yakni Din Syamsuddin, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, dan Jimly Asshiddiqie.

"Sebetulnya, nama kelima tokoh itu sudah banyak disebut-sebut memiliki peluang untuk mendampingi Jokowi. Tetapi, probabilitas mereka agak terhambat oleh kandidat lain yang berasal dari unsur parpol," kata dia, di Jakarta, Rabu (1/8).

Sebagai orang nonparpol, lanjut dia, mereka dianggap tidak punya kontribusi dalam soal pengusulan capres-cawapres. Sementara, kandidat dari unsur parpol merasa memiliki modal elektoral untuk mengusung Jokowi.

Kondisi berubah ketika kubu Prabowo hendak memasang tokoh agama sebagai cawapres. “Nah, ketika kubu penantang berencana memasang tokoh agama sebagai calon pendamping Prabowo Subianto, maka peluang kelima tokoh untuk mendampingi Jokowi bisa ikut menanjak," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, untuk mengimbangi UAS atau Habib Salim dalam merebut suara pemilih Muslim, Jokowi memerlukan figur yang juga memiliki pengaruh kuat di kalangan pemilih beragama Islam. Dilihat dari daftar nama cawapres yang sudah beredar, nama Kiai Ma'ruf, Pak Din, TGB, Jimly, atau Mahfud MD mungkin menjadi figur yang paling mendekati kriteria itu.

"Jika kriterianya diarahkan pada figur ulama murni, nama Kiai Ma'ruf dan nama Pak Din sepertinya pantas dipertimbangkan oleh Jokowi," kata Said.

Figur Kiai Ma'ruf cukup menonjol di kalangan pemilih Muslim. Kiai Ma’ruf sering dijadikan sebagai rujukan oleh para ulama. Kiai Ma’ruf juga pimpinan MUI yang menaungi berbagai ormas Islam sekaligus petinggi di ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menambahkan, Din juga punya latar belakang yang mirip dengan Kiai Ma'ruf. Dia pernah memimpin MUI, juga pernah memimpin ormas Muhammadiyah. 

“Sedikit kelebihan Pak Din dibandingkan Kiai Ma'ruf mungkin karena dia juga dikenal sebagai seorang intelektual dan berasal dari luar Pulau Jawa,” ujar Said.

Jika kriterianya diarahkan pada kombinasi ulama sekaligus politikus, dia mengatakan, nama TGB bisa dipikirkan. Dia pernah memimpin ormas Islam Nahdlatul Wathan. Ia juga pernah masuk dalam kepengurusan Partai Demokrat. Akan tetapi, rekam jejak politik dan seringnya ia dipanggil KPK belakangan ini bisa saja mengurangi kansnya.

Kriteria ulama dan hukum 

Dalam hal kriteria yang diinginkan adalah perpaduan antara figur ulama dan ahli hukum, maka nama Jimly dan Mahfud bisa menjadi pilihan Jokowi. Banyak orang lebih mengenal Jimly dan Mahfud sebagai pakar hukum tata negara karena keduanya pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

Akan tetapi, kedua tokoh itu sebetulnya juga adalah juru dakwah sekaligus pemikir Islam. Jimly saat ini menjabat sebagai ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), sedangkan Mahfud pernah menjadi presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) walaupun sudah agak lama.

Sedikit kelebihan Jimly dari Mahfud adalah, Jimly berasal dari luar Pulau Jawa dan tidak pernah masuk dalam tim kampanye pilpres. Sedangkan, Mahfud justru pernah menjadi lawan Jokowi ketika menjabat sebagai ketua Tim Kampanye Prabowo-Hatta Radjasa di Pilpres 2014.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES