Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

PAN Pertimbangkan Masukan PA 212

Selasa 24 Jul 2018 06:33 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Sekjen PAN Eddy Soeparno menyampaikan keterangan pers usai pertemuan PA 212 dan sejumlah pimpinan partai politik, Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7).

Sekjen PAN Eddy Soeparno menyampaikan keterangan pers usai pertemuan PA 212 dan sejumlah pimpinan partai politik, Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7).

Foto: Febrianto Adi Saputro/Republika
PA 212 menyarankan pembentukan koalisi lima partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen PAN Eddy Soeparno mengungkapkan isi pertemuan sejumlah petinggi parpol dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Eddy menuturkan apa yang menjadi masukan dari para ulama telah didengar oleh PAN dan akan dibicarakan secara internal oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Intinya apa yang disampaikan sudah kami terima dengan baik dan akan kami berikan masukan dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Eddy di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7) malam.

Terkait ada atau tidaknya pembicaraan mengenai ajakan pembentukan koalisi, Eddy mengungkapkan PAN sangat mendengarkan aspirasi yang ada di kalangan ulama. Namun hingga saat ini Eddy menuturkan sampai saat ini PAN masih menjalankan mandat rakernas 2017, yaitu mendorong Zulkifli Hasan untuk maju di pilpres sebagai capres maupun cawapres.

"Kalaupun itu nanti akan berubah dengan perkembangan kondisi yang ada, tentu itu nanti akan kami evaluasi dan kami tetapkan di dalam rakernas 2018 dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi," katanya.

Baca juga: PA 212: Bakal Cawapres Prabowo Mengerucut Jadi Dua Nama

Saat disinggung mengenai pembicaraan terkait skenario capres cawapres, Eddy pun menegaskan bahwa intinya PAN hanya mendengarkan apa yang menjadi harapan ulama. Oleh karena itu harapan para ulama yang berbasis pada penguatan keummatan itulah yang diadikan sebagai bahan pertimbangan bagi PAN.

"Ya kita membahas berbagai hal, saya kira nama itu hanya sifatnya teknis saja. Tapi substansinya adalah bagaimana partai-partai ini memiliki komitmen keumatan dan itu tolong komitmennya dikuatkan nanti di dalam memilih presiden dan wapres di 2019," katanya.

Sebelumnya sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan sejumlah tokoh partai politik menggelar pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7) malam. Pertemuan tersebut tampak dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'rif, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. 

Baca juga: PA 212 Mantap Deklarasikan Prabowo Capres

Ketua PA 212 Slamet Maarif, usai melakukan pertemuan dengan pertai koalisi pendukung Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7) malam. "Antara ulama-ulama 212 tadi dengan pimpinan partai yang ada, kemungkinan besar capresnya Prabowo Subianto," kata Slamet, pada wartawan.

Di dalam pertemuan tersebut, Slamet mengatakan ingin membentuk koalisi partai keumatan yang terdiri dari lima partai. Kelima partai tersebut adalah Gerindra, PAN, PKS, PBB, dan Berkarya. Meskipun demikian, perwakilan PKS tidak terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: TGB Mengundurkan Diri, Demokrat: Biar Leluasa Dukung Jokowi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA