Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

AHY Akui Terus Lakukan Komunikasi Politik di Balik Layar

Jumat 20 Jul 2018 23:20 WIB

Red: Bayu Hermawan

Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara halal bihalal di Jakarta, Jumat (20/7)

Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara halal bihalal di Jakarta, Jumat (20/7)

Foto: Irfan Junaidi
AHY tidak menyebut telah menjalin komunikasi dengan siapa saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan, dirinya terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh politik tanpa diketahui media atau dibalik layar. Namun, AHY tidak menyebut dengan tokoh-tokoh politik siapa saja dirinya menjalin komunikasi.

"Saya aktif terlibat langsung, terlibat melakukan komunikasi politik dengan pihak dan tokoh, banyak sekali, dibalik layar, tanpa muncul di media," kata AHY dalam acara Halalbihalal Media bersama Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta, Jumat (20/7) malam.

Putra Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu tidak menyebut siapa saja tokoh yang ditemuinya. Namun, dia mengatakan tujuannya menemui para tokoh itu untuk membangun sebuah hubungan batin. "Yang penting bagi saya membangun chemistry hubungan, tidak selalu menggunakan corong," ujarnya.

AHY mengatakan secara rasional, setinggi-tingginya elektabilitas seorang politisi, peluangnya maju dalam Pilpres sangat tergantung dengan fakta apakah yang bersangkutan memiliki tiket. Syarat ambang batas pencalonan Presiden sebesar 20 persen, menurutnya, tidak memberikan banyak ruang bagi munculnya kandidat alternatif.

Demokrat sendiri hanya mengantongi 10 persen suara. Demokrat, kata dia, juga tidak mudah membangun koalisi baru. "Itulah kenapa elite politik, tokoh politik, membangun komunikasi. Kita lakukan komunikasi politik dengan semua elemen," jelasnya.

AHY menekankan berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, masih ada 40 persen publik yang belum menentukan pilihannya dalam Pilpres atau undecided voters. Menurut AHY, besarnya jumlah publik yang belum menentukan pilihan itu memiliki hak atas hadirnya tokoh alternatif.

"Tapi sekali lagi yang pertama adalah adanya tiket," ucapnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA