Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Strategi Fraksi PKS untuk Pemilu 2019

Jumat 20 Juli 2018 15:32 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Muhammad Hafil

Suasana konsolidasi anggota legislatif PKS seluruh Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta.

Suasana konsolidasi anggota legislatif PKS seluruh Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta.

Foto: Dok Republika
PKS telah mendaftarkan 538 bakal caleg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para anggota legislatif PKS di pusat dan daerah  bertemu dalam acara rapat kerja, konsolidasi dan halal bihalal dengan tema "Rapatkan Barisan Menyongsong Kemenangan 2019" di Hotel Sahid Jakarta. Acara tersebut demi menyusun strategi dalam menghadapi pemilu 2019.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini yang juga Koordinator Aleg Nasional PKS mengatakan acara ini sengaja diselenggarakan segera setelah pendaftaran bacaleg. Demi memantapkan kesiap-siagaan Fraksi PKS di seluruh Indonesia dalam mendukung kemenangan PKS di Pemilu 2019.

"Fraksi PKS pusat dan daerah ini adalah ujung tombak dan garda terdepan perjuangan PKS. Menjelang pemilu 2019 kami pastikan kerja-kerja untuk rakyat akan semakin kuat dan kokoh. Pembelaan terhadap permasalahan rakyat dan umat akan semakin nyata dirasakan," kata Jazuli dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (20/7).

PKS, kata Jazuli, telah mendaftarkan 538 bacaleg untuk DPR di 80 daerah pemilihan dan ribuan bacaleg untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Target suara nasional PKS 12 persen dan menjadi Partai Papan Atas membutuhkan kerja-kerja yang kongkrit, fokus, dan terukur.

"PKS punya 40 anggota DPR dan 1200-an Anggota DPRD di seluruh Indonesia dengan kualitas personal dan kolektif yang luar biasa. Ditambah dengan soliditas dan militansi kader-kader PKS yang sudah terbukti selama ini insya Allah raihan suara PKS akan meningkat sesuai target," kata Jazuli.

Anggota Komisi I ini dalam amanatnya menekankan pentingnya peningkatan kinerja, kiprah dan perluasan jaringan. Serta silaturahim Aleg PKS ke semua komponen dan lapisan masyarakat.

Aleg PKS diminta lebih aktif lagi turun ke masyarakat, silaturahim dengan alim ulama dan habaib, bersinergi dengan ormas dan LSM dalam membangun kepedulian sosial dan mengadvokasi kebutuhan rakyat, serta turut menjaga keindonesiaan. Jazuli mengingatkan garis perjuangan Fraksi PKS pro-kerakyatan, pro-keummatan, dan pro-pengokohan nasionalisme Indonesia.

Jazuli juga berpesan di tengah persaingan politik yang semakin panas, ia meminta politisi PKS tetap tampil santun dan elegan, menjaga marwah partai, dan menunjukkan karakter seorang dai.

Menurutnya kontestasi politik ini hanyalah ajang perlombaan untuk mengisi ruang kontribusi yang lebih besar bagi rakyat. Jangan sampai malah mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar.

Politikus PKS diharuskan tampil santun, elegan, atraktif namun tetap simpatik dalam pembawaan di ruang-ruang publik, jangan malah bikin antipati rakyat. Karakter di atas menurutnya penting untuk dijaga dan dipertahankan karena menunjukkan diferensiasi politisi PKS dibandingkan politisi dari partai lain.

"PKS adalah partai dakwah, maka subtansi kebaikan harus disampaikan dengan cara-cara yang baik agar rakyat semakin tertarik dan bersimpati kepada PKS, lalu dengan itu mereka akan memilih PKS pada pemilu 2019 mendatang," kata Jazuli.

Acara rapat kerja, konsolidasi, dan halal bi halal Fraksi PKS yang berlangsung selama dua hari Kamis-Jum\'at, 19-20 Juli, akan diisi dengan berbagai sesi. Mulai dari arahan pimpinan PKS, diskusi publik tentang dinamika politik dan proyeksinya, perumusan strategi, dan motivasi sukses dari para tokoh-tokoh internal aleg PKS yang memenangi pilkada (NTB dan Kaltim) maupun pakar-pakar eksternal. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES