Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Politikus Golkar: Ada Empat Faktor Dorong Pindah Partai

Jumat 20 July 2018 07:56 WIB

Red: Ratna Puspita

Zainuddin Amali

Zainuddin Amali

Foto: Republika/ Wihdan
Pada pemilu sebelumnya ada politisi pindah partai, tetapi tidak sebanyak saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang pemilu legislatif yang diselenggarakan bersamaan dengan pemilu presiden pada 2019, banyak politisi pindah partai atau mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari partai lain. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Zainuddin Amali melihat ada empat faktor yang melatarbelakangi para politisi pindah partai. 

“Keempat faktor tersebut adalah ideologi partai, konflik internal partai, masa depan partai, serta iming-iming fasilitas dari partai lain," kata Zainuddin Amali pada diskusi "Bacaleg: Lompat Partai, Banyak PAW, dan Gangguan Kinerja" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (20/7).

Menurut Zainuddin, fenomena politisi pindah partai sebenarnya tidak hanya terjadi pada pemilu tahun ini. "Pada pemilu sebelumnya ada politisi yang pindah partai, tetapi tidak sebanyak saat ini," ucapnya.

Ia pun menjelaskan empat faktor tersebut. Pertama, ideologi, yakni ikatan ideologi antara politisi dengan partainya. 

Baca Juga: 

Menurut dia, kalau politisi memiliki ikatan ideologi yang kuat dengan partainya, tidak akan pindah partai. "Politisi yang ideologinya sangat lemah akan lebih mudah pindah partai lain," ujarnya.

Kedua, faktor konflik internal di partai asal yang membuat partai politik terbelah sehingga politisi jadi tidak nyaman dan mencari partai yang lstabil. Ketiga, kekhawatiran terhadap masa depan partai. 

Berdasarklan amanah UU Pemilu mengatur partai politik akan tetap bertahan di DPR RI jika memenuhi syarat parliamentary threshold minimal empat persen. "Ada politisi yang khawatir partainya tidak bertahan di DPR sehingga pindah," kata dia, menegaskan.

Keempat, adanya tawaran pindah dari partai lain dengan iming-iming alat peraga kampanye maupun insetif dana kampanye. "Saya melihat dari empat faktor tersebut, yang paling prinsip adalah faktor pertama yakni ideologi. Kalau ada ikatan ideologi yang kuat antara politisi dan partainya, maka tidak akan terjadi pindah partai," imbuhnya.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES