Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

DPR Rapat dengan Kapolri, Fraksi Gerindra Walk Out

Kamis 19 Jul 2018 19:40 WIB

Red: Andri Saubani

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/7).

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/7).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Fraksi Gerindra menginginkan rapat kerja dengan Kapolri dilaksanakan secara tertutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) walk out saat Komisi III DPR melakukan rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (19/7). Raker itu membahas persiapan pengamanan Asian Games 2018 dan isu-isu keamanan terkini.

Dalam raker yang dipimpin oleh Ketua Komisi III Kahar Muzakir serta Wakil Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan dan Erma Suryani Ranik itu, Kapolri memaparkan tantangan serta program untuk pengamanan Asian Games. Setelah itu, anggota Komisi III Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra meminta agar raker berjalan secara tertutup, tidak ada batasan waktu, dan tidak ada jawaban Kapolri yang dilakukan tertulis.

"Waktu tadi diputuskan terbuka saya belum, ada dan sekarang saya usulkan rapat dilakukan tertutup," ujar Sufmi Dasco kepada pimpinan rapat.

Sejumlah fraksi lain menyatakan ketidaksetujuannya dan mengusulkan rapat tetap dijalankan secara terbuka. Beberapa anggota DPR mengusulkan waktu raker dibatasi hingga pukul 16.00 WIB.

Menanggapi badai intrupsi anggota Komisi III kepada pimpinan rapat yang tidak kunjung usai, Kapolri pun angkat bicara dan mengusulkan rapat dilakukan secara terbuka. Menurut Tito, apabila Fraksi Gerindra ingin menyampaikan hal yang bersifat tertutup akan dilakukan di akhir raker.

Kapolri juga mengatakan tidak dapat menjawab segala pertanyaan langsung, khususnya hal yang sangat teknis karena terdapat kemungkinan tidak memegang data pada saat itu. Akhirnya pimpinan rapat memutuskan rapat tetap dilakukan secara terbuka dan mempersilakan Fraksi PDIP untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapatnya.

Namun, Dasco tidak puas dengan keputusan tersebut dan menyatakan pihaknya tidak akan mengikuti raker. Ia merasa pendapatnya tidak diakomodir oleh pimpinan raker.

"Kalau begitu Fraksi Gerindra memutuskan untuk tidak ikut raker hari ini. Kami akan ikut raker kalau diakomodasi oleh pimpinan atau saat Komisi III sudah memiliki pimpinan yang baru," ucap Dasco yang kemudian meninggalkan ruangan dan disusul rekan-rekan sefraksinya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA