Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Saturday, 7 Zulhijjah 1439 / 18 August 2018

Pengamat: Prabowo-AHY Kurang Menarik

Senin 16 July 2018 06:55 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama dengan Calon Gubernur Sudrajat di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama dengan Calon Gubernur Sudrajat di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (7/7).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Koalisi tokoh berlatar belakang militer akan mudah sekali dikalahkan oleh Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Universitas Paramadina Toto Sugiarto menilai duet Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono kurang menarik bagi publik. Sebab, Prabowo dan AHY berlatar belakang militer. 

Toto mengatakan Prabowo akan sulit menentukan pasangan cawapres dari parpol yang dapat menyokongnya mengalahkan Joko Widodo. Meskipun ada peluang Prabowo berkoalisi dengan Demokrat, ia menilai, ketua umum Partai Gerindra itu belum tentu memilih AHY sebagai pendampingnya.

“Pasangan dari kalangan militer tentu kurang baik untuk menarik simpati publik. Jadi kecil kemungkinannya Prabowo dengan AHY," ujar Toto kepada Republika.co.id, Ahad (15/7) malam.

Menurut Toto, koalisi tokoh yang berlatar belakang militer ini akan mudah sekali dikalahkan oleh Jokowi dan siapapun pasangannya nanti. Apalagi, elektabilitas Jokowi masih lebih tinggi dari Prabowo. 

Ia mengatakan Demokrat kemungkinan besar akan tetap berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan PAN karena persyarayan presidential threshold atau ambang batas pencapresan. “Tentu ada deal lain supaya tetap koalisi dengan Demokrat," kata Toto.

Sementara itu, calon yang kemungkinan dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo adalah tokoh yang pernah menang pada pemilihan kepala daerah, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Dia pernah menang di DKI. Jadi ya tokoh yang punya elektabilitas tinggi dan sudah terbukti hanya Anies," ujar Toto.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan merasa pesimistis bisa bergabung dalam koalisi Gerindra, PKS, dan PAN, bila ketiga partai tersebut telah memiliki nama untuk diusung menjadi cawapres. Sebab, Demokrat telah mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres.

“Ya, kami berterima kasih atas undangan untuk bergabung dengan koalisi itu. Namun kami juga sedang mengevaluasi. Kan pertanyaannya kembali cawapresnya siapa di sana? Kalau cawapresnya sudah ditentukan, agak susah kami ke sana,” ungkap Syarif, Ahad (15/7).

Namun, dia mengatakan dirinya masih intensif melakukan komunikasi dengan Partai Gerindra dan PAN. Hal itu guna mencapai kesepakatan bersama untuk penunjukkan cawapres yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2019.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES