Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Ini Mengapa AHY Dipilih daripada TGB Menurut Roy Suryo

Jumat 13 Juli 2018 06:10 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Doa Bersama Pilkada. Komdan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan sebelum doa bersama jelang Pilkada serentak di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (26/5).

Doa Bersama Pilkada. Komdan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan sambutan sebelum doa bersama jelang Pilkada serentak di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Selasa (26/5).

Foto: Republika/ Wihdan
Tingkat keterpilihan AHY dinilai cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, pengusungan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2019 merupakan keinginan kader partai berlambang "mercy" tersebut. Namun Roy mengakui jika nama Tuan Guru Bajang sempat masuk dalam daftar.

"Memang sempat muncul beberapa nama untuk pilpres misalnya Pakde Karwo (Soekarwo) atau Tuan Guru Bajang (Muhammad Zainul Majdi). Tapi, internal Demokrat menilai yang elektabilitasnya tertinggi dan sesuai dengan permintaan serta aspirasi semua kader untuk maju itu Mas AHY," ujar Roy di Jakarta, Kamis.

Dorongan dari para kader itu, kata dia, yang kemudian membuat Partai Demokrat percaya diri menyodorkan AHY untuk dipasangkan dengan pejawat Joko Widodo ataupun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Apalagi berdasarkan survei, tingkat keterpilihan AHY cukup tinggi.

"Kami realistis saja, Mas AHY menurut berbagai survei tingkat keterpilihannya tinggi sekali. Karena kita juga mengutamakan suara rakyat, maka kami dorong untuk maju," terang Roy.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu bahkan mengklaim bahwa AHY juga sudah sempat mendapatkan tawaran posisi sebagai menteri dari salah satu poros politik yang ada. "Bumbu-bumbu seperti itu sudah ada. Tapi, yang pasti kita sedang mengusulkan 'the next leader' yakni AHY," tutur dia.

"Nanti, apakah akan ke poros A atau poros B, atau poros sendiri, itu yang putuskan majelis tinggi partai," kata Roy.

Baca juga, Prabowo Respons Kabar AHY Kandidat Kuat Cawapresnya.

Sebelumnya, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua mengakui obsesi pertama yang diinginkan Partai Demokrat di Pemilihan Presiden 2019 adalah memajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun demikian, ia mengaku obsesi tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Partai Demokrat, melainkan juga harus didukung dengan partai lain. Karena itu, dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat hari ini, keinginan tetap memajukan AHY juga tidak dibahas.

"Kita belum bicara sampai kesitu. Obsesi pertama dari demokrat itu AHY. Apakah sebagai cawapres atau nanti di tahun ini atau 2024 itu adalah obsesi Partai demokrat. Tetapi bagaimanapun juga obsesi tidak ditentukan sendiri oleh Partai Demokrat," ujar Max di Kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Senin (9/7).

Menurutnya, Partai Demokrat masih akan melihat perkembangan di masyarakat maupun di dunia politik terkait keinginan untuk mengajukan AHY. Sehingga tidak akan memaksakan jika hal tersebut dianggap tidak memungkinkan. "Kita liat situasi kondisi yang berkembang di masyarakat maupun di dunia politik kita. Tuhan mengijinkan tidak? Masa orang tampil untuk kalah. Kan enggak mau," kata Max.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA