Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Pengamat: Jakarta Memang Potensial Jadi Loncatan ke RI 1

Jumat 13 Jul 2018 00:48 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menerima pengguna manfaat kartu tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5).

Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menerima pengguna manfaat kartu tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Menjadikan Jakarta batu loncatan untuk kepemimpinan nasional bukan tradisi baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Populi Center Usep S Ahyar mengatakan Jakarta memang memiliki kekhususan tersendiri sehingga menjadi batu loncatan yang baik atau strategis untuk kepemimpinan nasional. Jakarta lebih berpotensial sebagai batu loncatan menuju RI 1 atau presiden Indonesia. 

“Ada yang bilang gubernur Jakarta itu, ya, gubernur Indonesia,” kata Usep, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/7).

Ada banyak alasan Jakarta sangat potensial sebagai batu loncatan ke kepemimpinan nasional. Pertama, Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia sehingga gubernur DKI akan memiliki kewenangan lebih besar dibandingkan provinsi lain. Sebagai contoh, gubernur Jakarta bisa memilih langsung wali kota atau bupati di wilayahnya. 

Alasan kedua, ia mengatakan, Jakarta merupakan cermin Indonesia dalam hal kompleksitas kultur, sosial politik, dan berbagai persoalan. Permasalahan itu seperti kemiskinan, kriminal, dan pengangguran. 

Dalam hal kompleksitas kultur, DKI seperti miniatur Indonesia di mana seluruh suku ada di Ibu Kota. DKI merupakan wilayah yang tidak homogen, tetapi heterogen. “Artinya, dia harus teruji juga harus menjadi pemimpin yang multikulturalisme," kata dia.  

Alasan ketiga, mayoritas media besar berada di Jakarta sehingga kegiatan gubernur DKI Jakarta selalu mendapat porsi untuk dipublikasikan. Bahkan, Usep mengatakan, ada pendapat bahwa gubernur DKI Jakarta merupakan pejabat setingkat menteri dan diatur oleh presiden tanpa lewat pemilihan. 

Karena itu, jika sudah berhasil di Jakarta maka dapat dikatakan layak untuk memimpin Indonesia. "Ketika telah memilih Jakarta itu pasti punya potensi besar untuk maju ke nasional,” ujar Usep. 

Namun, ia mengatakan, menjadikan Jakarta sebagai batu loncatan untuk kepemimpinan nasional bukanlah tradisi yang baik. “Negatifnya memang kepemimpinan di Jakarta menjadi tidak stabil atau tidak pasti," ujar dia. 

Saat ini, Anies Baswedan sudah diproyeksikan untuk maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019, meski baru satu tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Usulan ini mengundang polemik karena sebelumnya Joko Widodo juga tidak tuntas menyelesaikan amanah sebagai gubernur DKI Jakarta. 

Jokowi yang terpilih sebagai gubernur DKI periode 2012-2017 memilih maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2014. Jika Anies maju maka jabatan gubernur DKI Jakarta hanya sekadar batu loncatan. 

()

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES