Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

Eva Akui PKB Tekan Jokowi Soal Cak Imin

Kamis 12 Jul 2018 18:31 WIB

Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari.

Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari.

Foto: dpr
'Bukan ancaman ya, tetapi tekanan,' kata Eva.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Badan Pendidikan dan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mengakui PKB menekan Joko Widodo soal pengusungan Muhaimin Iskandar. PKB akan cabut dukungan kalau tidak mengusung Muhaimin atau Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

Namun, Eva mengatakan, hal itu wajar dilakukan. “Tidak secara langsung, bukan ancaman ya, tetapi tekanan,” kata Eva Kusuma di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/7).

photo

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan). (Antara)

Menurut dia kalau Muhaimin atau Cak Imin melakukan hal yang sama agar bisa menjadi cawapres maka itu sah-sah saja. “Karena banyak yang gunakan bahasa tekanan seperti Tifatul Sembiring menekan agar cawapres harus dari PKS," kata dia. 

Eva mengakui pernah berkomunikasi dengan Cak Imin yang memintanya untuk mendukung sebagai cawapres. "Waktu itu Cak Imin bilang punya 10 juta suara, lalu saya katakan kalau urusan jumlah penduduk, lebih banyak PDI Perjuangan, tetapi tidak gunakan tekanan," ujarnya.

Tekanan Cak Imin tersebut hanya gimmick dan PKB akan tetap berada dalam kekuasaan karena ingin memiliki banyak menteri di kabinet. - Eva Kusuma Sundari.

Dia mengatakan, PDI Perjuangan berpandangan bahwa Joko Widodo adalah orang yang paling tahu kebutuhan sosok cawapres yang akan membantu tugas pemerintahan dan kenegaraan lima tahun kedepan. "Bagi PDIP, yang paling tahu kebutuhan cawapres paling pas adalah Jokowi, bukan para cawapres yang mencalonkan diri," ujarnya.

Eva mengatakan siapapun boleh mengusulkan dan menekan. Namun, ia mengatakan, harus juga memberikan ruang yang cukup bagi Jokowi untuk memilih cawapres sesuai kebutuhan.

photo

Muhaimin Iskandar. (dok. MPR RI)

Dia meminta semua pihak harus memahami bahwa kepentingan bangsa harus diutamakan, apapun kepentingan subjektif cawapres. "Mari pilih cawapres terbaik sesuai yang didefinisikan Jokowi dan beri ruang terhadap beliau," katanya.

Dia juga menilai tekanan Cak Imin tersebut hanya gimmick. Ia meyakini PKB akan tetap berada dalam kekuasaan karena ingin memiliki banyak menteri di kabinet.

Baca Juga: Cak Imin: Kalau Nggak Jokowi-Cak Imin Bahaya

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketua TKN Buka Kegiatan Kamis Kerja

Kamis , 13 Des 2018, 21:31 WIB