Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Jazuli: Anies Baswedan tak Masuk Radar Capres-Cawapres PKS

Rabu 11 Juli 2018 17:18 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini

Foto: ROL/Havid Al Vizki
PKS tetap mengusung sembilan nama kader untuk menjadi cawapres Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Majelis Syuro PKS Jazuli Juwaini mengungkapkan, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak masuk dalam radar majelis syuro sebagai salah satu calon yang diusung PKS sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). PKS tetap mengusung sembilan nama kader untuk jadi cawapres Prabowo.

"Dalam rapat majelis syuro belum masuk radar. Artinya, kalau ada orang yang meng-endorse, kemudian itu masuk, tetap keputusannya harus lewat Majelis Syuro," ujar Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Kendati demikian, ia menegaskan tidak ada upaya lobi yang dilakukan oleh Anies ke Majelis Syuro PKS. Keputusan akhir soal siapa capres dan cawapres yang didukung PKS di 2019 mendatang tetap harus melalui rapat majelis syuro.

"Pengerucutan itu akan tetap melalui rapat majelis syuro lagi," katanya.

Ia meyakini, sebelum habis masa pendaftaran pada 10 Agustus 2018 mendatang, Majelis Syuro PKS akan kembali mengadakan rapat untuk membahas keputusan akhir dukungan PKS. Dia meyakini, Partai Gerindra dan PKS tetap solid.

Hingga saat ini, PKS tetap kokoh mengusung sembilan nama yang diharapkan bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto. Kesembilan nama tersebut, antara lain, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al'Jufrie, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Selain itu, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, mantan presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dan Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA