Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

PKS Bantah Ancam Gerindra Terkait Posisi Cawapres

Rabu 11 Jul 2018 16:16 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini

Foto: Ist
Jazuli mengatakan, keinginan PKS agar kadernya menjadi cawapres adalah hal wajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Majelis Syuro PKS Jazuli Juwaini mengatakan, dalam menentukan dukungannya terhadap calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung, harus melalui rapat Majelis Syuro PKS. Ia menambahkan, keinginan PKS agar kadernya mengisi posisi cawapres adalah hal yang wajar.

"Ketika ada pembicaraan perkembangan lapangan seperti apa, kemudian kelihatannya akan mengerucut, itu keputusannya mestinya melalui majelis syuro lagi," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/7).

Namun, ia menilai sah-sah saja jika nantinya di dalam komunikasi politik ada perkembangan yang dinamis. Menurutnya, keinginan PKS yang menginginkan kadernya mengisi posisi cawapres dinilai hal yang wajar sehingga menurutnya hal-hal yang bersifat ancaman dinilai tidak perlu dilakukan.

"Politik ini tidak perlu mengancam-ngancam, politik ini kan saling bahu-membahu untuk mengokohkan sebuah bangunan kalau dalam koalisi, kalau dalam bangsa mengokohkan sebuah bangunan bangsa," ujar ketua Fraksi PKS tersebut.

Jazuli merasa yakin Partai Gerindra akan tetap merangkul PKS lantaran koalisi yang selama ini terbangun dilakukan secara tulus dan ikhlas. Dengan begitu, menurutnya, hal-hal yang dirasa berbeda antarkeduanya bisa didudukkan secara bersama-sama.

"Ya, bicarakan sama-sama. Siapa yang itu normal aja siapa yang ditentukan oleh Gerindra tentu haknya Gerindra, kita tidak bisa intervensi, siapa yang ditentukan oleh PKS tentu juga kita minta dihormati oleh teman-teman. Dan, saya kira Pak Prabowo mengerti betul persoalan ini," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES