Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Wiranto: Jaga Perdamaian Jelang Pemilu 2019

Selasa 10 Jul 2018 12:52 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Maluku bisa dijadikan sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga perdamaian menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 dan even internasional lainnya, seperti Asian Games 2018. "Perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya karena dalam waktu dekat kita akan akan menghadapi banyak 'event-event' internasional Asian Games 2018, pertemuan IMF di Bali serta melaksanakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, yang membutuhkan kesatuan kita sebagai bangsa," kata Wiranto.

Menko Polhukam itu menyatakan, usai membuka Sarasehan Nasional "Merawat Perdamaian: Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur", yang digelar Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di Jakarta, Selasa. (10/7). Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo untuk membuka Sarasehan Nasional itu mengharapkan agar bangsa Indonesia bisa merawat perdamaian merujuk dari resolusi konflik di Maluku. Sehingga dapat tercipta suatu masyarakat yang bersatu berdaulat adil dan makmur.

"Jadi saya atas nama presiden sudah memberikan satu masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas agar perdamaian atau persatuan bangsa dapat kita rawat dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Para pakar yang berbicara di sarasehan yang digelar oleh Wantannas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif agar bangsa ini yang mendapatkan satu warisan dari para pendahulu bangsa, berupa negara yang sudah bebas dari konflik dengan penjajah. Serasehan nasional tersebut berlangsung selama dua hari.

Sejumlah tokoh nasional direncanakan akan menjadi pembicara, antara lain: Wapres Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikri M Nasir serta Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Wiranto menjelaskan situasi Maluku saat ini bisa menjadi contoh perdamaian itu. Islam dan Kristen di Maluku kini sudah kembali pada semangat gotong royong.

"Maluku sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini. Di sana sudah tidak mungkin untuk konflik, para leluhurnya sudah menancapkan semangat kerja sama dan gotong royong, Islam dan Nasrani sama-sama tidak pernah pecah. Yang Nasrani ikut merawat masjid, yang Islam mengecat gereja. Indah sekali," imbuhnya.

Menjelang tahun politik, Wiranto mengingatkan agar menjelang Pileg dan Pilpres 2019 tidak lahir konflik di masyarakat Indonesia. "Apalagi sebentar lagi ada pileg dan pilpres, jujur kita katakan kita berdialog, objeknya masyarakat kita, politik mencari pemimpin masyarakat, salah pengelola akan menjadi konflik," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA