Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sofjan: Jusuf Kalla Mau Pensiun Saja

Rabu 04 Jul 2018 20:06 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Bayu Hermawan

 Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Sofjan mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan pensiun dan dukung Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengungkapkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mau maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Sofjan mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan pensiun dan mendukung Presiden Joko Widodo dalam kontestasi pilpres 2019 mendatang.

"Dia (Jusuf Kalla) mau pensiun saja, pasti bantu Pak Jokowi, apapun dia (Jusuf Kalla) ndak peduli," ujarnya di kantor Wapres, Rabu (4/7).

Sofjan juga mengatakan, JK telah menolak wacana Partai Demokrat yang memasangkan dirinya bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. "Ya manuver-manuver politik (Demokrat) itu hak dia. Kita kan tidak bisa bilang apa-apa, sudah kita kasih tahu. Pak JK juga sudah kasih tahu langsung ke Demokrat dia tidak bisa lagi," katanya.

Baca juga: Jusuf Kalla Tolak Tawaran Demokrat Maju di Pilpres

Sebelumnya Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, nama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memang beredar di kalangan internal partainya sebagai calon yang layak diusung pada pilpres 2019. Ia mengatakan, beberapa kader berpendapat JK layak berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Akan tetapi, apakah akan terjadi atau tidak, kan kami belum tahu karena mengumpulkan 20 persen ini berat. Jadi, masih usulan-usulan dari kader," ujar Ferdinand di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (27/6).

Sementara, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan pun mengakui memang ada sebagian kader yang mengusulkan agar partai mengusung JK dan AHY. Dua nama ini muncul sebagai pasangan saat partai menggelar polling di kalangan kader.

Menurutnya, usulan kader tersebut wajar karena partai pun butuh masukan dari dalam. Namun, Demokrat sampai saat ini belum memutuskan apa pun. "Sampai nanti partai memutuskan A maka semua kader ikut. Tentu semua orang akan kita mintai pandangannya untuk 40 hari ke depan," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA