Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sofjan: Jusuf Kalla Tolak Tawaran Demokrat Maju di Pilpres

Rabu 04 Jul 2018 18:56 WIB

Red: Bayu Hermawan

 Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi mengakan JK sudah menyatakan ingin pensiun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah menolak tawaran Partai Demokrat untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi mengatakan, JK sudah menyatakan ingin pensiun.

"Ndak. Dia (JK) sudah tolak, dia tidak mau, sudah kasih tahu ke (Partai) Demokrat dia tidak bisa lagi. Dia mau pensiun saja, dia bilang. Pasti bantu Pak Jokowi lah, jadi apa pun dia tidak peduli," kata Sofjan Wanandi di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (4/7).

Terkait pendekatan yang dilakukan Partai Demokrat untuk mengusung Jusuf Kalla berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sofjan mengatakan JK tidak terlalu memikirkan hal itu. "Ya manuver-manuver politik (Demokrat) itu hak dia. Kita kan tidak bisa bilang apa-apa, sudah kita kasih tahu. Pak JK juga sudah kasih tahu langsung," ujarnya.

Nama Jusuf Kalla menjadi pertimbangan bagi Partai Demokrat untuk diusung dalam Pemilihan Umum 2019. Partai Demokrat membuka peluang diskusi di internal partai untuk meminang Jusuf Kalla. Peluang tersebut terlihat pada saat pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin malam (25/6).

Baca juga: JK dan SBY Bertemu dalam Rangka Idul Fitri

Sebelumnya Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, nama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) memang beredar di kalangan internal partainya sebagai calon yang layak diusung pada pilpres 2019. Ia mengatakan, beberapa kader berpendapat JK layak berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Akan tetapi, apakah akan terjadi atau tidak, kan kami belum tahu karena mengumpulkan 20 persen ini berat. Jadi, masih usulan-usulan dari kader," ujar Ferdinand di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (27/6).

Sementara, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan pun mengakui memang ada sebagian kader yang mengusulkan agar partai mengusung JK dan AHY. Dua nama ini muncul sebagai pasangan saat partai menggelar polling di kalangan kader.

Menurutnya, usulan kader tersebut wajar karena partai pun butuh masukan dari dalam. Namun, Demokrat sampai saat ini belum memutuskan apa pun. "Sampai nanti partai memutuskan A maka semua kader ikut. Tentu semua orang akan kita mintai pandangannya untuk 40 hari ke depan," ucapnya.

Baca juga: Duet JK-AHY Masih Sebatas Usulan Kader

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA