Jumat, 18 Syawwal 1440 / 21 Juni 2019

Jumat, 18 Syawwal 1440 / 21 Juni 2019

Dipinang Demokrat Jadi Capres, Ini Respons Jusuf Kalla

Kamis 28 Jun 2018 16:41 WIB

Red: Andri Saubani

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan sambutan saat  memimpin rapat prestasi Asian Games 2018. Jakarta. Kamis (8/3).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan sambutan saat memimpin rapat prestasi Asian Games 2018. Jakarta. Kamis (8/3).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Jusuf Kalla bertemu Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (25/6) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, sulit bagi dirinya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sebab, dirinya tidak memiliki partai politik untuk memenuhi ketentuan ambang batas presiden.

"Saya butuh 20 persen, seperti saya katakan tadi, saya tidak punya partai. Yang dimaksudkan 'dibutuhkan' itu soal pemilunya, dan itu sulit bagi saya. Jadi, sekali lagi saya ingin cukuplah, sekarang gilirannya yang muda-muda," kata Wapres Jusuf Kalla setelah menjadi pembicara dalam "Jakarta Foreign Correspondents Club" (JFCC) di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Kamis (28/6).

Terkait keinginan Partai Demokrat untuk meminang Jusuf Kalla sebagai calon presiden alternatif, Wapres mengatakan, hal itu belum menjadi pertimbangan dan mengaku ingin beristirahat dari dunia politik. "Itu soal lain, tapi saya ingin istirahat," ucapnya.

Nama Jusuf Kalla menjadi pertimbangan bagi Partai Demokrat untuk diusung dalam Pemilu 2019. Partai Demokrat membuka peluang diskusi di internal partai untuk meminang Jusuf Kalla.

Peluang tersebut terlihat pada saat pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (25/6) malam. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, dalam pertemuan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk memunculkan wacana pasangan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pilpres 2019.

Pengalaman kepemimpinan SBY-JK di Kabinet Indonesia Bersatu pada 2004 - 2009 lalu menjadi salah satu pertimbangan untuk Partai Demokrat menggandeng kembali Jusuf Kalla.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA