Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Prabowo: Indonesia dalam Kondisi Lemah, Kedaulatan Terancam

Rabu 20 Jun 2018 17:31 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Gerindra - Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerindra - Prabowo Subianto

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Prabowo menyampaikan pidato lewat akun Facebook pada Selasa (19/6) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan langsung  pidatonya melalui akun Facebook miliknya pada Selasa (19/6) malam. Dalam pidato tersebut ia menyebut bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini berada di arah dan jalur yang salah dan dalam kondisi lemah.

"Kita merasakan, Partai Gerindra merasakan dan saya merasakan dan berkeyakinan bahwa sistem bernegara, sistem politik, dan sistem ekonomi bangsa kita berada di jalur yang menyimpang. Menyimpang dari apa? menyimpang dari rencana dan dari cetak biru yang dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu pancasila dan UUD 1945," kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, masalah yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah karena tidak setianya terhadap Pancasila dan UUD 1945. Ia pun mengakui saat ini banyak yang menggunakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai mantera dan slogan semata. Namun, hakekatnya tidak dipahami damn tidak mau dilaksanakan.

"Sebagai contoh Pancasila terdiri dari lima sila tapi sering sila-sila tersebut tidak mau dlaksanakan sesungguhnya," katanya.

Prabowo mencontohkan, bagaimana bisa dikatakan keadilan sosial jika yang menguasai kekayaan negara hanya segelintir orang saja. Prabowo menyebut selama ini yang menikmati kekayaan negara tidak kurang dari satu persen.

"Bahkan ada yang mengatakan tidak dari 300 keluarga yang menikmati kekayaan bangsa Indonesia," imbuhnya.

Selain itu, Prabowo juga menyindir keluhan pemerintah Jokowi-JK yang kerap menyebut anggaran terbatas. Bahkan ia juga menyebut utang yang dipakai untuk menggaji pegawai malah justru membuat terus miskin.

"Ini adalah ekonomi yang tidak masuk akal, tidak ada lembaga keuangan di seluruh dunia berani minjamkan uang untuk biaya overhead gaji, secara ekonomi ini tidak masuk akal, tapi negara kita, bangsa kita, harus menerima kenyataan bangsa kita pinjam uang untuk bayar utang, untuk bayar gaji pegawai," tambahnya.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tersebut mengatakan, sumber-sumber ekonomi bangsa Indonesia telah lepas kendali dari penguasaan negara. Ia menilai kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia dalam keadaan lemah. "Tentara lemah, Angkatan Udara, Angkatan Laut lemah, kekayaan kita diambil, kita merasa kondisi kita memprihatinkan," ucapnya.

Solusi yang coba Prabowo berikan untuk menjawab kedaulatan ekonomi tersebut adalah Pasal 33 UUD 1945. Prabowo menginginkan pemerintah berpijak pada pasal tersebut, yakni kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara.

"Ini kuncinya, karena ini menyimpang," tegasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA