Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Iriawan Janji tak akan Salahgunakan Kekuasaan

Selasa 19 Jun 2018 06:21 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andi Nur Aminah

Di hadapan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri), Komjen Pol Mochamad Iriawan menandatangani jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/6).

Di hadapan Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri), Komjen Pol Mochamad Iriawan menandatangani jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Iriawan mengatakan tahu undak usuk (tatakrama) dan sudah sepantasnya tahu diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat Komjen Mochamad Iriawan menegaskan, dia tidak akan mengorbankan kariernya di Polri dan mencoreng namanya sendiri sebagai putra daerah Jabar dengan menyalahgunakan kekuasaan yang baru saja ia emban. Terlebih, dia mengaku telah berdinas di Polri sejak 1984 dan sekarang sudah hampir di penghujung kariernya.

"Karena itu apa mungkin saya mau mengorbankan atau menghancurkan karier saya di Polri yang sudah dengan susah payah saya titi selama hampir 34 tahun sebagai putra daerah (Kuningan, Jabar)? Apa mungkin saya mencoreng muka saya sendiri di depan para sesepuh Jabar, dan rakyat Jabar? Saya juga ingin mengukir nama baik dan sukses sebagai penjabat gubernur Jabar," ungkap Iriawan saat dihubungi via telpon, Senin (18/6) malam.

Dia menyampaikan hal itu, untuk menanggapi dugaan dan tuduhan bahwa ia tidak akan netral dalam Pilkada Jabar mendatang. Apalagi jika hal itu terjadi, akan sangat berisiko besar bagi jabatan dan karirnya.

"Bagaimana caranya saya tidak netral? Apakah dengan cara saya menggerakan komponen yang ada di Jabar untuk memenangkan salah satu pasangan calon tertentu? Kalau itu saya lakukan, pasti akan bocor dan ramai. Sangat besar risikonya untuk jabatan dan karier saya," ujar Iriawan.

Untuk diketahui, Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar, Senin (18/6) pagi di Bandung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sebelum menjabat sementara sebagai Gubernur Jabar, Iriawan masih menjadi anggota Polri aktif dan menjabat Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Iriawan akan menjabat sementara sebagai Gubernur Jabar sampai gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada dilantik.

Pelantikan Senin itu disertai prosesi sumpah jabatan dilanjutkan penandatanganan berita acara, dan fakta integritas. Acara dilanjutkan serah terima jabatan dari mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mengakhiri masa jabatannya sejak 13 Juni, kepada Iriawan.

Iriawan mengingatkan, penunjukan dan pengangkatan dirinya sebagai penjabat gubernur tentu sudah sesuai perundangan dan ketentuan yang berlaku. Meskipun sudah sesuai dengan perundangan dan ketentuan yang berlaku pun, Iriawan masih bersilaturahim mengharap dukungan dan masukan dari para sesepuh Jabar. "Saya kan putera daerah, sudah sepantasnya saya menghormati para sesepuh Jabar," ucap dia.

Baca: Wakil Ketua DPR Nilai Pelantikan Iriawan Picu Kecurigaan

Bagi Iriawan, penunjukkan formal dan legalitas negara harus dibarengi dukungan moral dan masukan lain dari para sesepuh. "Saya tahu undak usuk (tatakrama). Saya sudah sepantasnya tahu diri, mendengarkan dan belajar dari pengalaman mereka," tutur Iriawan. Terakhir, dia pun berjanji akan menjaga nama naik diri, keluarga, Polri, dan tentu saja rakyat Jabar.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA