Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Hasto Nilai Pencapresan Amien Rais Bukan Ancaman Bagi PDIP

Selasa 12 Juni 2018 18:26 WIB

Red: Andri Saubani

Amien Rais

Amien Rais

Foto: Republika/ Wihdan
Hasto mempersilakan Amien Rais nyapres asal memenuhi syarat pencapresan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mempersilakan jika Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ingin maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2019. Hasto menilai, pencapresan Amien bukan ancaman bagi PDIP.

Hasto menilai, gaya komunikasi Amien Rais yang cenderung subjektif dan menyerang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Rakyat saat ini sudah pandai menilai, mana pemimpin yang mengayomi rakyat dan menyatukan serta mana yang tidak konsisten," tuturnya, Selasa (11/6).

Namun, menurut Hasto, siapa pun berhak menyalonkan diri menjadi capres. Asalkan, Amien memenuhi persyaratan dan dukungan.

"Siapapun warga negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan dapat maju sebagai calon presiden. Semua WNI yang memenuhi persyaratan memiliki hak untuk memilih dan dipilih," kata Hasto.

Menurut Hasto, persyaratan untuk maju sebagai capres adalah diusung oleh partai politik (parpol) dan atau gabungan parpol yang memiliki jumlah kursi minimal 20 persen di parlemen atau 25 persen suara pada pemilu legislatif sebelumnya. "Siapa saja yang ingin maju sebagai calon presiden silakan saja, asalkan memenuhi persyaratan tersebut," ucapnya, menegaskan.

Ketika ditanya, jika terbentuk poros ketiga dan ada partai pengusung capres Jokowiyang pindah poros? Hasto menyatakan, sikap dan keputusan partai adalah kedaulatan setiap partai politik. "Ketika sebuah partai memutuskan mendukung Pak Jokowi, tentu harus disertai kajian komprehensif dan suasana kebatinan yang baik bahwa Pak Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat. Ketika ada partai berpindah-pindah menjadi bunglon, maka rakyat akan tahu mana partai konsisten, mana yang tidak konsisten dan hanya mengejar kekuasaan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, partainya membuka peluang untuk mengusung Amien Rais menjadi capres. Meskipun, salah satu keputusan Rapat Kerja Nasional PAN di Bandung tahun 2017 telah memutuskan menunjuk dirinya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dari PAN.

Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Hakim menyambut baik keinginan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. "Bagus, demokrasi semakin semarak," ujar dia melalui pesan singkat, Selasa (12/6).

Dengan majunya Amien Rais, Hakim menerangkan, pilihan kepemimpinan bangsa pun makin berwarna. Selanjutnya, dia mengatakan, partai politik peserta pemilu dan rakyat yang menilai dan menentukan pilihannya.

"Beliau salah satu tokoh reformasi 1988. Selamat berjuang untuk Pak Amien, mulai dari internal PAN, perlu waktu dan kerja keras, tinggal 1,5 bulan lagi," ujar dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Peselam Wanita di Saudi Arabia

Selasa , 25 September 2018, 22:23 WIB